Neraka : Apinya Dinyalakan Setiap 1000 Tahun hingga Hitam dan Gelap
Jum'at, 09 Januari 2026 - 19:35 WIB
“Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu ? (yaitu) api yang sangat panas” (QS. Al-Qari’ah: 10-11).
Ulama mengatakan bahwa manusia ada yang beriman dan ada yang tidak beriman atas pilihannya. Ada yang taat dan enggan taat atas pilihannya pula. Semuanya nanti akan dihisab dan akan dibalas. Namun Allah Ta'ala sudah mengetahui pilihan kita, dan sudah mengetahui apa yang akan akan terjadi.
Allah Subhanahubwa Ta'ala tidaklah memaksa untuk berbuat jelek atau memaksa untuk berbuat kufur. Bahkan Allah menunjukkan kepada kita jalan, mengutus kita para rasul, dan menurunkan kepada kita kitab petunjuk, lalu menunjukkan kebenaran kepada kita. Siapa yang sesat, maka ia sesat karena dirinya sendiri. Siapa yang binasa, ia binasa atas pilihannya sendiri.
Karena itulah kita harus muhasabah (instropeksi) terhadap perbuatan kita selama di dunia, apakah lebih banyak dosa dan maksiat atau lebih banyak bertaubat dan berada di jalur ketaatan. Ini adalah upaya kita agar terhindar dari siksa neraka yang teramat dahsyat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"..Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS. Al-Kahfi : 29)
Baca juga: Beginilah Potret Penghuni Surga Berdasarkan Hadis Nabi SAW
Ulama mengatakan bahwa manusia ada yang beriman dan ada yang tidak beriman atas pilihannya. Ada yang taat dan enggan taat atas pilihannya pula. Semuanya nanti akan dihisab dan akan dibalas. Namun Allah Ta'ala sudah mengetahui pilihan kita, dan sudah mengetahui apa yang akan akan terjadi.
Allah Subhanahubwa Ta'ala tidaklah memaksa untuk berbuat jelek atau memaksa untuk berbuat kufur. Bahkan Allah menunjukkan kepada kita jalan, mengutus kita para rasul, dan menurunkan kepada kita kitab petunjuk, lalu menunjukkan kebenaran kepada kita. Siapa yang sesat, maka ia sesat karena dirinya sendiri. Siapa yang binasa, ia binasa atas pilihannya sendiri.
Karena itulah kita harus muhasabah (instropeksi) terhadap perbuatan kita selama di dunia, apakah lebih banyak dosa dan maksiat atau lebih banyak bertaubat dan berada di jalur ketaatan. Ini adalah upaya kita agar terhindar dari siksa neraka yang teramat dahsyat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَا رًا ۙ اَحَا طَ بِهِمْ سُرَا دِقُهَا ۗ وَاِ نْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَا ثُوْا بِمَآءٍ كَا لْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَ ۗ بِئْسَ الشَّرَا بُ ۗ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا
"..Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS. Al-Kahfi : 29)
Baca juga: Beginilah Potret Penghuni Surga Berdasarkan Hadis Nabi SAW
(wid)
Lihat Juga :