Rasulullah SAW Paling Sering Berpuasa di Bulan Syaban, Ini Alasannya!
Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:20 WIB
Dalam salah satu riwayat, Imam Al-Bukhari memberikan tambahan: "Beliau pernah berpuasa pada Bulan Sya'ban sebulan penuh."
Dalam riwayat An-Nasa'i dari Aisyah, beliau berkata: "Bulan yang paling disukai oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berpuasa (padanya) adalah Bulan Sya'ban. Beliau biasa menyambungnya dengan puasa Ramadhan."
Untuk diketahui, Sya'ban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan Sya'ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing. Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen tanaman tersebut". Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu, turunnya ayat perintah berselawat (QS Al-Ahzab Ayat 56).
Kemudian terjadinya tahwil Kiblat (peralihan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram). Di bulan ini juga terdapat malam yang sangat diberkahi yaitu Nisfhu Sya'ban (malam 15 Sya'ban).
Demikian keutamaan bulan Sya'ban. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya'ban dan menyampaikan kita ke bulan suci Ramadan.
Baca juga: 11 Keutamaan Nisfu Syaban, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam riwayat An-Nasa'i dari Aisyah, beliau berkata: "Bulan yang paling disukai oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berpuasa (padanya) adalah Bulan Sya'ban. Beliau biasa menyambungnya dengan puasa Ramadhan."
Alasan Mengapa Rasulullah Memilih Syaban
1. Syaban merupakan bulan yang dilalaikan oleh manusia antara Rajab dan Ramadan
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mengisyaratkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung, yakni bulan haram dan bulan puasa, maka orang-orang menyibukkan diri dengan kedua bulan itu, sehingga bulan ini menjadi terlalaikan. Dan banyak orang mengira bahwa puasa di bulan Rajab itu lebih utama daripada puasa di Bulan Sya'ban, karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian.2. Di dalam hadis di atas juga terkandung dalil disunnahkannya memakmurkan waktu-waktu yang dilalaikan manusia dengan melakukan ketaatan.
Dan hal itu disukai oleh Allah Ta'ala sebagaimana sekelompok orang dari kalangan Salaf menyukai menghidupkan waktu antara Salat Maghrib dan Salat Isya dengan melakukan salat, dan mereka mengatakan bahwa itu adalah waktu yang sering dilalaikan manusia.Untuk diketahui, Sya'ban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan Sya'ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing. Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen tanaman tersebut". Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu, turunnya ayat perintah berselawat (QS Al-Ahzab Ayat 56).
Kemudian terjadinya tahwil Kiblat (peralihan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram). Di bulan ini juga terdapat malam yang sangat diberkahi yaitu Nisfhu Sya'ban (malam 15 Sya'ban).
Demikian keutamaan bulan Sya'ban. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Sya'ban dan menyampaikan kita ke bulan suci Ramadan.
Baca juga: 11 Keutamaan Nisfu Syaban, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
Lihat Juga :