Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Haram?
Selasa, 03 Februari 2026 - 12:51 WIB
1. Diriwayatkan Imam Tirmidzi, Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا
"Apabila sudah pertengahan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa." (HR At-Tirmidzi)
2. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim:
لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
"Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
3. Hadis riwayat Imam Muslim:
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
"Nabi biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan Syaban." (HR Muslim)
Dari hadis di atas, yang pertama Rasulullah SAW melarang puasa setelah Nisfu Syaban. Hadis kedua Rasulullah melarang puasa setelah Nisfu Syaban kecuali orang yang punya kebiasaan puasa sebelumnya. Dan hadis ketiga menunjukkan bahwa Rasulullah puasa di banyak hari-hari bulan Syaban.
Kesimpulan silakan berpuasa sebanyak-banyaknya di bulan Syaban dari awal Syaban hingga akhir. Kemudian, jangan berpuasa setelah tanggal 15 Syaban kecuali disambung dengan hari sebelumya atau untuk mengganti puasa atau karena kebiasaan berpuasa di hari-hari sebelumnya. Wallahu A'lam
Baca juga: Ustazah Halimah Alaydrus : Malam Nisfu Syaban, Waktu Mustajab Doa dan Penentuan Nasib Masa Depan
(wid)
Lihat Juga :