10 Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Senin, 16 Maret 2026 - 05:15 WIB
Di dalam hadis tersebut Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang tentram dan tenang serta tidak terlalu panas ataupun dingin. Sementara itu, pagi harinya sang fajar terbit dengan sinar yang berwarna merah.
Artinya: "Pada malam itu turun para Malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS. Al-Qadar ayat 4)
Pada malam kemuliaan itu, Malaikat Jibril dan malaikat lainnya turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, serta kesejahteraan. Para Malaikat akan menjabat tangan orang yang berdoa dan bermunajat kepada Allah pada malam tersebut.
Jika di suatu malam di antara 10 malam terakhir Ramadan ternyata tidak terlihat bintang-bintang dan langit terlihat begitu bersih, maka kemungkinan besar malam itu merupakan Lailatul Qadar.
Malam yang mulia ini juga dipercaya menjadi malam dimana banyak malaikat akan turun ke bumi untuk mendoakan umat muslim yang beribadah dan beramal shalih. Maka, tidak ada setan yang akan mengganggu orang-orang yang sedang berusaha mengisi malam ini untuk mendapatkan lebih banyak pahala.
Masjid yang ada di jaman para nabi masih beralaskan tanah dan ditopang dengan tiang-tiang dan pelepah kurma, sedangkan atapnya dari daun kurma. Maka, jika hujan turun, lantai masjid akan basah. Allah SWT sengaja membuat Rasulullah SAW lupa ketika bermimpi tentang datangnya malam Lailatul Qadar.
Namun, Rasulullah SAW ternyata masih mengingat sedikit bahwa pada malam tersebut dahinya terkena bekas lumpur.
Hal ini diketahui oleh para sahabatnya ketika beliau menengokkan kepala untuk salam ketika salat dan meyakini bahwa malam harinya telah terjadi Lailatul Qadar.
Hujan atau gerimis ini tidak bisa dijadikan patokan yang pasti akan terjadinya malam Lailatul Qadar karena malam tersebut pun bisa terjadi saat langit cerah.
5. Perasaan Bahagia Dilingkupi Keberkahan
Tanda lain dari turunnya Lailatulqadar yaitu seseorang merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Ia dilingkupi keberkahan dan kasih sayang Allah.تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ
Artinya: "Pada malam itu turun para Malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS. Al-Qadar ayat 4)
Pada malam kemuliaan itu, Malaikat Jibril dan malaikat lainnya turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, serta kesejahteraan. Para Malaikat akan menjabat tangan orang yang berdoa dan bermunajat kepada Allah pada malam tersebut.
6. Tidak Ada Bintang yang Dilemparkan
Di dalam hadis riwayat Ahmad yang disebutkan sebelumnya telah disebutkan bahwa keadaan langit di malam Lailatul Qadar terlihat bersih dan tidak tampak adanya bintang-bintang. Tentu kondisi ini sangat berbeda dengan keadaan langit pada umumnya yang penuh dengan bintang-bintang jika hari tidak hujan. Perbedaan yang sangat jelas ini menjadi salah satu ciri-ciri malam Lailatul Qadar.Jika di suatu malam di antara 10 malam terakhir Ramadan ternyata tidak terlihat bintang-bintang dan langit terlihat begitu bersih, maka kemungkinan besar malam itu merupakan Lailatul Qadar.
Malam yang mulia ini juga dipercaya menjadi malam dimana banyak malaikat akan turun ke bumi untuk mendoakan umat muslim yang beribadah dan beramal shalih. Maka, tidak ada setan yang akan mengganggu orang-orang yang sedang berusaha mengisi malam ini untuk mendapatkan lebih banyak pahala.
8. Gerimis Kecil
Meskipun hadis riwayat Ahmad menyebutkan tidak ada hujan pada malam mulia ini, namun sebagian ulama meyakini bahwa hujan atau gerimis merupakan salah satu ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Pendapat ini didasarkan pada peristiwa saat Rasulullah SAW diberikan mimpi yang menunjukkan waktu datangnya Lailatul Qadar.Masjid yang ada di jaman para nabi masih beralaskan tanah dan ditopang dengan tiang-tiang dan pelepah kurma, sedangkan atapnya dari daun kurma. Maka, jika hujan turun, lantai masjid akan basah. Allah SWT sengaja membuat Rasulullah SAW lupa ketika bermimpi tentang datangnya malam Lailatul Qadar.
Namun, Rasulullah SAW ternyata masih mengingat sedikit bahwa pada malam tersebut dahinya terkena bekas lumpur.
Hal ini diketahui oleh para sahabatnya ketika beliau menengokkan kepala untuk salam ketika salat dan meyakini bahwa malam harinya telah terjadi Lailatul Qadar.
Hujan atau gerimis ini tidak bisa dijadikan patokan yang pasti akan terjadinya malam Lailatul Qadar karena malam tersebut pun bisa terjadi saat langit cerah.
Lihat Juga :