11 Sunnah di Hari Lebaran, Jangan Lupa Amalkan!
Rabu, 18 Maret 2026 - 12:36 WIB
Berkata Syaikh Sayyid Sabiq:
"Salat Ied boleh dilakukan di dalam masjid, tetapi melakukannya di mushalla (lapangan) yang berada di luar adalah lebih utama, hal ini selama tidak ada udzur seperti hujan dan semisalnya, karena Rasulullah SAW salat dua hari raya di lapangan. Tidak pernah Beliau shalat di masjidnya kecuali sekali karena adanya hujan." (Fiqhus Sunnah, 1/318)
Baca juga: 4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Hikmahnya adalah selain agar mereka bisa mendapatkan kebaikan dan doa kaum muslimin, juga sebagai momen bagi kaum wanita dan anak-anak mendapatkan pelajaran dan nasihat agama.
"Khutbah setelah salat 'Id adalah sunnah, mendengarkannya juga begitu." (Fiqhus Sunnah, 1/321)
"Nabi shollallahu 'alaihi wasallam jika keluar pada hari Id akan menempuh jalan yang berbeda." (HR Al-Bukhari 986)
"Salat Ied boleh dilakukan di dalam masjid, tetapi melakukannya di mushalla (lapangan) yang berada di luar adalah lebih utama, hal ini selama tidak ada udzur seperti hujan dan semisalnya, karena Rasulullah SAW salat dua hari raya di lapangan. Tidak pernah Beliau shalat di masjidnya kecuali sekali karena adanya hujan." (Fiqhus Sunnah, 1/318)
5. Menyuruh Kaum Wanita dan Anak-anak Keluar Menuju Tempat Salat Ied
Ummu 'Athiyah radhiallahu 'anha berkata: "Kami diperintahkan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam untuk mengeluarkan anak-anak gadis, wanita haid, wanita yang dipingit, pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun wanita haid, mereka terpisah dari tempat salat. Agar mereka bisa menghadiri kebaikan dan doa kaum muslimin. Aku berkata: "Wahai Rasulullah, salah seorang kami tidak memiliki jilbab." Beliau menjawab: "Hendaknya saudarinya memakaikan jilbabnya untuknya." (HR Al-Bukhari 324 dan Muslim 890)Baca juga: 4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Hikmahnya adalah selain agar mereka bisa mendapatkan kebaikan dan doa kaum muslimin, juga sebagai momen bagi kaum wanita dan anak-anak mendapatkan pelajaran dan nasihat agama.
6. Melaksanakan Salat Ied
Salat Idulfitri maupun Iduladha hukumnya sunnah muakadah. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq: "Disyariatkannya salat 'Idain (dua hari raya) pada tahun pertama dari hijrah, dia adalah sunnah muakadah yang selalu dilakukan oleh Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, Beliau memerintahkan kaum laki-laki dan wanita untuk keluar meramaikannya." (Fiqhus Sunnah, 1/317)7. Mendengarkan Khutbah Hari Raya
Berkhuthbah saat Salat Ied adalah sunnah menurut jumhur ulama, mendengarkannya juga sunnah. Syaikh Sayyid Sabiq menerangkan:"Khutbah setelah salat 'Id adalah sunnah, mendengarkannya juga begitu." (Fiqhus Sunnah, 1/321)
8. Berangkat dan Pulang Salat Ied Melewati Jalan Berbeda
Sunnah ini diterangkan dalam berbagai riwayat. Di antaranya dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
"Nabi shollallahu 'alaihi wasallam jika keluar pada hari Id akan menempuh jalan yang berbeda." (HR Al-Bukhari 986)
9. Mengucapkan Selamat Hari Raya
Mengucapkan Selamat Hari Raya atau ucapan Tahniah lebaran termasuk amalan sunnah. Hal ini menjadi tradisi yang cukup populer di Indonesia. Diriwayatkan dari Al Watsilah bahwa beliau berjumpa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan mengucapkan: "Taqabballahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amal kami dan Anda). Namun sanad riwayat ini lemah sebagaimana dikatakan Imam Al Hazifh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari.Lihat Juga :