Kisah Hikmah : Ketika Keluarga Rasulullah SAW Merayakan Idulfitri yang Penuh Haru
Rabu, 25 Maret 2026 - 16:50 WIB
Beliau menceritakan apa yang dilihatnya kepada Rasulullah. "Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, putri Baginda dan cucu Baginda," ujar Ibnu Rafi'i.
"Ada apa wahai sahabatku?" tanya Rasulullah.
"Tengoklah ke rumah putri baginda wahai Rasulullah. Lihatlah cucu baginda Hasan dan Husein."
Rasulullah pun bergegas menuju rumah putrinya Sayyidah Fatimah. Ketika tiba di rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan kedua putranya.
Mata Rasulullah SAW pun berlinang. Beliau menangis melihat keluarga putri tercinta dan dua cucunya yang hanya makan gandum "basi" di hari Raya Idul Fitri.
"Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya Allah, Allahumma Isyhad... (Ya Allah saksikanlah, saksikanlah). Di hari Idulfitri keluargaku makanannya adalah gandum yang tak enak."
Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak. "Wahai ayah, ada apa gerangan ayah menangis?"
Setengah berlari beliau memeluk putri kesayangannya sambil berkata, "Surga untukmu wahai putriku. Surga untukmu.”
Demikianlah menurut Ibnu Rafi'i, keluarga Rasulullah SAW pada hari Idul Fitri menyantap makanan yang sederhana. Ibnu Rafi'i berkata, "Aku diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap Idul Fitri dan aku pun simpan kisah itu dalam hatiku."
Namun, selepas Rasulullah SAW wafat, aku takut dituduh menyembunyikan Hadits, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin." (Musnad Imam Ahmad Jilid 2, Hal 232)
"Ada apa wahai sahabatku?" tanya Rasulullah.
"Tengoklah ke rumah putri baginda wahai Rasulullah. Lihatlah cucu baginda Hasan dan Husein."
Rasulullah pun bergegas menuju rumah putrinya Sayyidah Fatimah. Ketika tiba di rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan kedua putranya.
Mata Rasulullah SAW pun berlinang. Beliau menangis melihat keluarga putri tercinta dan dua cucunya yang hanya makan gandum "basi" di hari Raya Idul Fitri.
"Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya Allah, Allahumma Isyhad... (Ya Allah saksikanlah, saksikanlah). Di hari Idulfitri keluargaku makanannya adalah gandum yang tak enak."
Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak. "Wahai ayah, ada apa gerangan ayah menangis?"
Setengah berlari beliau memeluk putri kesayangannya sambil berkata, "Surga untukmu wahai putriku. Surga untukmu.”
Demikianlah menurut Ibnu Rafi'i, keluarga Rasulullah SAW pada hari Idul Fitri menyantap makanan yang sederhana. Ibnu Rafi'i berkata, "Aku diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap Idul Fitri dan aku pun simpan kisah itu dalam hatiku."
Namun, selepas Rasulullah SAW wafat, aku takut dituduh menyembunyikan Hadits, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin." (Musnad Imam Ahmad Jilid 2, Hal 232)
Lihat Juga :