Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Senin, 11 Mei 2026 - 17:10 WIB
Al-Biqa’i dalam "Nazm ad-Durar fi Tanasub al-Ayat wa as-Suwar" menjelaskan bahwa al-kautsar atau al-nahr yakni penyembelihan unta merupakan simbol kemurahan dan anugerah di kalangan masyarakat Arab kala itu.
Sementara itu, Quraish Shihab dalam "Tafsir al-Mishbah" mengatakan, surah al-Kausar ayat 1-2 bermakna sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak anugerah kepada Nabi Muhammad SAW, maka wajar saja jika Allah kemudian memerintahkan beliau, “Maka salatlah demi Tuhan pemelihara-mu dan sembelihlah binatang untuk kamu sedekahkan kepada orang yang membutuhkan".
Quraish Shihab juga menyatakan bahwa surah al-Kausar memilik kaitan dengan surah al-Ma’un. Menurutnya, surah al-Kausar berisi dua bentuk manifestasi iman, yakni ibadah ritual (salat) dan sosial (kurban).
Dalam konteks ini seakan-akan Allah SWT berfirman, “salat dan berkurbanlah, jangan engkau menjadi orang yang mengabaikan sosial seperti para penghardik anak yatim".
Baca juga: Ibadah Haji dan Iduladha : Apakah Keduanya Saling Berkaitan?
Sementara itu, Quraish Shihab dalam "Tafsir al-Mishbah" mengatakan, surah al-Kausar ayat 1-2 bermakna sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak anugerah kepada Nabi Muhammad SAW, maka wajar saja jika Allah kemudian memerintahkan beliau, “Maka salatlah demi Tuhan pemelihara-mu dan sembelihlah binatang untuk kamu sedekahkan kepada orang yang membutuhkan".
Quraish Shihab juga menyatakan bahwa surah al-Kausar memilik kaitan dengan surah al-Ma’un. Menurutnya, surah al-Kausar berisi dua bentuk manifestasi iman, yakni ibadah ritual (salat) dan sosial (kurban).
Dalam konteks ini seakan-akan Allah SWT berfirman, “salat dan berkurbanlah, jangan engkau menjadi orang yang mengabaikan sosial seperti para penghardik anak yatim".
Baca juga: Ibadah Haji dan Iduladha : Apakah Keduanya Saling Berkaitan?
(wid)
Lihat Juga :