Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Selasa, 02 Juni 2026 - 10:26 WIB
Pemerintah Arab Saudi melalui program raksasa Adahi sukses mencatatkan rekor distribusi 600 juta porsi makanan kurban bagi 30 juta penduduk di 25 negara Islam.Foto/Media Center Haji
MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi melalui program raksasa Adahi sukses mencatatkan rekor distribusi 600 juta porsi makanan kurban bagi 30 juta penduduk di 25 negara Islam. Kinerja monumental selama lebih dari 40 tahun beroperasi ini dipaparkan secara langsung kepada Tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Makkah, Senin, 1 Juni 2026.
Public Relations & Media Specialist Adahi, Talal Abdullah Al-Harbi, menerangkan bahwa mega-proyek ini awalnya dirancang khusus untuk membasmi praktik pemborosan daging saat musim haji. Manajemen hewan kurban, hadyu, dan dam kini sepenuhnya ditangani dengan standar industri termutakhir di bawah bendera Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
"Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada pemborosan daging kurban serta menjamin manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak di dalam maupun luar Arab Saudi," papar Talal Abdullah Al-Harbi menjelaskan visi utamanya.
Baca juga: Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Terobosan digital paling mutakhir diwujudkan pada tahun 1447 H ini melalui integrasi layanan penuh ke dalam platform pintar Kartu Nusuk.
Integrasi aplikasi digital tersebut dirancang secara khusus agar seluruh jemaah internasional dapat mengakses layanan kurban secara lebih mudah, aman, dan transparan. Kepercayaan jutaan jemaah ini kemudian dieksekusi di tujuh kompleks penyembelihan raksasa yang berdiri kokoh di atas lahan seluas satu juta meter persegi.
"Seluruh proses dirancang agar daging yang diterima masyarakat memiliki kualitas terbaik dan memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku," tutur Talal memberikan jaminan mutu.
Lihat video: KEPULANGAN HAJI 2026! Jemaah Mulai Lakukan Persiapan Sambil Berburu Oleh-Oleh
Untuk menjamin kehalalan dan kualitas pangan, setiap hewan wajib melewati serangkaian pemeriksaan medis serta syariat yang sangat berlapis. Tim dokter hewan perwakilan pemerintah bahkan telah menyisir kondisi fisik hewan kurban secara teliti sejak satu hingga dua bulan sebelum musim haji bergulir.
Public Relations & Media Specialist Adahi, Talal Abdullah Al-Harbi, menerangkan bahwa mega-proyek ini awalnya dirancang khusus untuk membasmi praktik pemborosan daging saat musim haji. Manajemen hewan kurban, hadyu, dan dam kini sepenuhnya ditangani dengan standar industri termutakhir di bawah bendera Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
"Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada pemborosan daging kurban serta menjamin manfaatnya sampai kepada para penerima yang berhak di dalam maupun luar Arab Saudi," papar Talal Abdullah Al-Harbi menjelaskan visi utamanya.
Baca juga: Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Terobosan digital paling mutakhir diwujudkan pada tahun 1447 H ini melalui integrasi layanan penuh ke dalam platform pintar Kartu Nusuk.
Integrasi aplikasi digital tersebut dirancang secara khusus agar seluruh jemaah internasional dapat mengakses layanan kurban secara lebih mudah, aman, dan transparan. Kepercayaan jutaan jemaah ini kemudian dieksekusi di tujuh kompleks penyembelihan raksasa yang berdiri kokoh di atas lahan seluas satu juta meter persegi.
"Seluruh proses dirancang agar daging yang diterima masyarakat memiliki kualitas terbaik dan memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku," tutur Talal memberikan jaminan mutu.
Lihat video: KEPULANGAN HAJI 2026! Jemaah Mulai Lakukan Persiapan Sambil Berburu Oleh-Oleh
Untuk menjamin kehalalan dan kualitas pangan, setiap hewan wajib melewati serangkaian pemeriksaan medis serta syariat yang sangat berlapis. Tim dokter hewan perwakilan pemerintah bahkan telah menyisir kondisi fisik hewan kurban secara teliti sejak satu hingga dua bulan sebelum musim haji bergulir.
Lihat Juga :