Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khattab, Jalankan Wasiat Abu Bakar

Senin, 21 September 2020 - 13:31 WIB
Dia dibawa masuk ke tempat Abu Ubaid, dan dia menyaksikan apa yang terjadi. Tetapi ada sekelompok Muslimin segera mengenalnya, maka kata mereka kepada Abu Ubaid: "Bunuh saja dia. Dia komandan pasukan mereka."

"Sekalipun dia komandan," kata Abu Ubaid. "Saya tidak akan membunuhnya, dia telah dijamin oleh salah seorang dari kita. Dalam persahabatan dan saling menolong Muslimin seperti satu badan, yang berlaku bagi yang seorang berarti berlaku untuk semua."

Baca juga: Polemik Penundaan Pilkada di Tengah Ancaman Covid-19, Ini Saran MUI

Boran sudah mengetahui apa yang terjadi terhadap Javan, dan berita itu sampai juga kepada Rustum. la memerintahkan Jalinus untuk menolong teman-temannya dan menyusul Narsi di Kaskar. Jalinus memisahkan diri berangkat cepat-cepat ke tujuannya. Tetapi Abu Ubaid dalam menempuh perjalanan rupanya lebih cepat.

Tak lama sesudah mengalahkan Javan ia memerintahkan pasukannya berangkat untuk menghadapi Narsi, yang kemudian dijumpainya bersama-sama dengan pasukan yang sudah kalah melarikan diri dari Namariq di suatu tempat yang disebut Saqatiah, tak jauh dari Kaskar.

Hal ini terjadi sebelum ada kontak senjata dengan Jalinus. Narsi tidak lebih tabah dari Javan dalam menghadapi Muslimin. Ia lari bersama pasukannya dengan meninggalkan rampasan perang yang tidak sedikit. Sekarang Abu Ubaid tahu bahwa Jalinus dan pasukannya berada di Barusma, sebuah desa. Ia mengejarnya terus, dan seperti Narsi ia pun melarikan dalam kekalahan bersama pasukannya hingga mencapai Mada'in.

Abu Ubaid mengerahkan para komandannya dengan dipelopori oleh Musanna, dan berhasil menduduki daerah pinggiran Irak di bagian hulu sampai ke hilir, dengan menyebarkan ketakutan di kalangan penduduk. Mereka teringat kini zaman Khalid bin Walid dan tindakannya.

Baca juga: Tunda Pilkada Demi Menjaga Hak Hidup Calon Pemilih

Para pejabat itu kembali mengajak damai Abu Ubaid sambil meminta maaf karena dulu mereka telah berpihak dan bekerja sama dengan pihak Persia. Mereka mengatakan bahwa mereka memang sudah tak berdaya menghadapi segala kejadian itu. Selesai mengadakan perdamaian, mereka datang kepada Abu Ubaid membawakan hidangan terdiri dari berbagai macam masakan Persia yang lezat-lezat dengan mengatakan: “Ini hidangan penghormatan kami untuk menghormati Anda”.

Abu Ubaid membalas: Kalian menghormati tentara dengan hidangan seperti ini?

Mereka menjawab: Tidak!

Abu Ubaid membalas lagi: Kami tidak memerlukan semua itu. Celaka benar Abu Ubaid yang bersama-sama dengan anggota-anggota rombongannya, baik yang dalam pertumpahan darah pernah ikut atau tidak, lalu ia dikecualikan dari mereka dengan menyantap makanan tersendiri. Tidak! Saya tidak akan makan apa pun dari mereka selain seperti yang dimakan rata-rata kawan-kawan saya!"

Ia tidak menyantap makanan yang dibawa oleh para pejabat pagi itu sebelum diketahuinya bahwa mereka juga menyediakan makanan serupa untuk anak buahnya. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!