Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:15 WIB
Ustaz Aghnin Khulqi. foto dok Dompet Dhuafa
Ustaz Aghnin Khulqi, dai yang berkhidmat di Dompet Dhuafa :

Di dalam Islam atau kalender Hijriyah , kita mengenal 12 bulan. Mulai dari Muharram, Safar, Robiul Awal, hingga bulan Zulhijjah. Semua bulan tadi pada dasarnya memiliki maziyah atau keistimewaannya sendiri-sendiri. Termasuk dengan bulan Muharram , bulan yang berada pada urutan pertama dalam kalender Hijriyah yang saat ini akan kita bahas sedikit.

Keistimewaan bulan Muharram setidaknya ada pada tiga hal. Yang pertama adalah penamaannya, yang kedua julukannya, dan yang ketiga posisinya. Kita langsung menuju aspek yang pertama, yaitu penamaannya. Nama Muharram itu diambil dari bahasa Arab, yaitu bentuk isim maf’ul dari kata harrama-yuharrima, yang artinya adalah mengharamkan atau mulia.

Jadi singkatnya arti dari kata Muharram itu adalah yang diharamkan atau yang dimuliakan. Mungkin sebagian dari kita akan muncul sedikit pertanyaan, korelasi antara keharaman dan kemuliaan itu bagaimana. Karena dari sekilas pemahaman kita maksud dari haram itu adalah hal-hal yang dilarang oleh Allah. Lalu kenapa kok bisa jadi mulia, dan apa hubungannya dengan mulia?

Memang informasi ini nampaknya perlu sedikit dijelaskan lebih gamblang, supaya tidak muncul kebingungan dalam memahami makna haram dan mulia. Singkatnya, di dalam Islam dan sebagian Jazirah Arab ada beberapa bulan yang diyakini sebagai bulan yang mulia. Dan orang-orang Arab pada saat ini sepakat untuk tidak melakukan peperangan di bulan-bulan tersebut, sebagain bentuk memuliakan bulan-bulan tadi. Kurang lebih begitulah hubungan atau korelasi antara kata haram dan mulia. Begitu pula dengan Muharram, dinamakan demikian karena bulan ini adalah bulan yang mulia, dan sebab kemuliannya itu maka peperangan diharamkan atau dilarang.

Baca juga: Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta



Selanjutnya yang kedua, yaitu dari aspek julukannya. Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa bulan Muharram itu memiliki julukan syahrullah atau bulannya Allah. Karena sebagian dari kita sebelumnya pasti lebih familiar bahwa syahrullah itu adalah bulan Rajab. Tapi ternyata yang mendapat julukan demikian bukan hanya Rajab, tetapi juga bulan Muharram. Hal ini sebagaimana riwayat Rasul yang berbunyi;

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ


Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharram
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!