Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:15 WIB
"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (istrinya). Jika ia tidak menyukai satu akhlaknya, tentu masih ada akhlak lain yang ia sukai." (HR Muslim).

Hadis ini mengajarkan keseimbangan dalam memandang pasangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Saat melihat kekurangan pasangan, hendaknya seseorang juga mengingat berbagai kebaikan dan pengorbanannya selama membangun rumah tangga.

Rumah Tangga Adalah Jalan Menuju Surga

Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan ladang ibadah yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ


"Perhatikanlah bagaimana kedudukanmu di sisi suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR Ahmad).

Karena itu, menjaga keharmonisan rumah tangga merupakan bagian dari amal saleh yang bernilai ibadah di sisi Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menegaskan bahwa pasangan hidup merupakan nikmat besar yang diberikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya:

"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenismu sendiri, dan menjadikan bagimu dari pasanganmu anak-anak dan cucu-cucu, serta memberimu rezeki dari yang baik-baik..." (QS An-Nahl: 72).

Kisah Rasulullah, Fatimah, dan Ali mengajarkan bahwa konflik rumah tangga bukanlah akhir dari sebuah hubungan. Dengan menjaga lisan, menahan emosi, menutup aib pasangan, serta mengingat jasa dan kebaikan satu sama lain, perselisihan dapat diselesaikan dengan cara yang diridhai Allah. Inilah teladan Islam dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Baca juga: Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!