Mengenal Imam Muslim, Ulama Ahli Hadis Kelahiran Naisabur
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 22:34 WIB
Gerakan politik berselimut agama bermunculan, baik yang mendukung pemerintah maupun oposisi di antaranya syiah, khawarij, mu'tazilah. Pada awal abad ke-3 Hijriyah dipegang oleh Khalifah al-Makmun (wafat 218 H) yang pendapatnya sama dengan kaum Mu'tazilah, maka ulama hadis menghadapi ujian berat kala itu. Inilah keadaan yang tidak menguntungkan bagi ulama Hadits abad ini tetap berlanjut pada masa Khalifah al-Mu'tashim (wafat 227 H) dan al-Wasiq (wafat 232 H).
Barulah pada waktu khalifah al-Muwakkil mulai memerintah pada 232 H, ulama Hadis mendapat angin segar yang menyenangkan. Sebab, khalifah ini memiliki kecintaan terhadap Hadits Nabi. Keadaan itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan Hadits . Di masa ini banyak juga bermunculan pemalsu hadis. Hal ini pun mendorong ulama termasuk Imam Muslim untuk mempelajari ilmu hadis . Beliau belajar, mencari hadits, menyeleksi dan menghimpunnya.
(Baca Juga: Warga Jakarta Diimbau Bersiap Hadapi La Nina )
Belajar Hadis Sejak 12 Tahun
Al-Hafidz Adz-Dzahabi menuturkan bahwa Imam Muslim mulai belajar hadits sejak tahun 218 H. Berarti usia beliau ketika itu sekitar 12 atau 14 tahun. Beliau melakukan perjalanan dalam mencari ilmu ke beberapa wilayah dalam rangka menuntut ilmu hadis dari mulai Irak, kemudian ke Hijaz, Syam, Mesir dan negara lainnya.
Imam Muslim termasuk di antara ulama yang menghidupi dirinya dengan berdagang. Beliau adalah seorang pedagang pakaian yang sukses. Meski demikian, beliau tetap dikenal sebagai sosok dermawan. Beliau juga memiliki sawah-sawah di daerah Ustu yang menjadi sumber penghasilan keduanya.
Menulis Shahih Muslim Sejak Usia 29 Tahun
Imam Muslim bin Hajjaj memulai menulis karya monumentalnya Shahih Muslim pada tahun 235 H. Ia menulis Shahih Muslim di umur 29 tahun. Imam Muslim bin Hajjaj menyelesaikan Shahih Muslim pada tahun 250 H. Imam Muslim membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk menyelesaikan Shahih Muslim.
Beliau menyelesaikan karya monumentalnya di umur 44 tahun. Sejarah mencatat bahwa Imam Al-Bukhari singgah di Kota Naisabur, tempat menetapnya Imam Muslim sebanyak dua kali. Pertama adalah tahun 209 H, tempat Imam Bukhari singgah di Kota Naisabur di usia Imam Bukhari berumur 15 tahun dan Imam Muslim ketika itu masih berumur empat tahun.
Karena jarak umur itu, sangat mustahil Imam Muslim bin Hajjaj berguru kepada Imam Al-Bukhari saat itu. Kedua adalah tahun 250 H, saat Imam Bukhari menetap dan mengajarkan ilmu Hadis kepada Imam Muslim selama lima tahun di Kota Naisabur. Beberapa tahun setelahnya, Imam Bukhari wafat pada tahun 256 H.
Barulah pada waktu khalifah al-Muwakkil mulai memerintah pada 232 H, ulama Hadis mendapat angin segar yang menyenangkan. Sebab, khalifah ini memiliki kecintaan terhadap Hadits Nabi. Keadaan itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan Hadits . Di masa ini banyak juga bermunculan pemalsu hadis. Hal ini pun mendorong ulama termasuk Imam Muslim untuk mempelajari ilmu hadis . Beliau belajar, mencari hadits, menyeleksi dan menghimpunnya.
(Baca Juga: Warga Jakarta Diimbau Bersiap Hadapi La Nina )
Belajar Hadis Sejak 12 Tahun
Al-Hafidz Adz-Dzahabi menuturkan bahwa Imam Muslim mulai belajar hadits sejak tahun 218 H. Berarti usia beliau ketika itu sekitar 12 atau 14 tahun. Beliau melakukan perjalanan dalam mencari ilmu ke beberapa wilayah dalam rangka menuntut ilmu hadis dari mulai Irak, kemudian ke Hijaz, Syam, Mesir dan negara lainnya.
Imam Muslim termasuk di antara ulama yang menghidupi dirinya dengan berdagang. Beliau adalah seorang pedagang pakaian yang sukses. Meski demikian, beliau tetap dikenal sebagai sosok dermawan. Beliau juga memiliki sawah-sawah di daerah Ustu yang menjadi sumber penghasilan keduanya.
Menulis Shahih Muslim Sejak Usia 29 Tahun
Imam Muslim bin Hajjaj memulai menulis karya monumentalnya Shahih Muslim pada tahun 235 H. Ia menulis Shahih Muslim di umur 29 tahun. Imam Muslim bin Hajjaj menyelesaikan Shahih Muslim pada tahun 250 H. Imam Muslim membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk menyelesaikan Shahih Muslim.
Beliau menyelesaikan karya monumentalnya di umur 44 tahun. Sejarah mencatat bahwa Imam Al-Bukhari singgah di Kota Naisabur, tempat menetapnya Imam Muslim sebanyak dua kali. Pertama adalah tahun 209 H, tempat Imam Bukhari singgah di Kota Naisabur di usia Imam Bukhari berumur 15 tahun dan Imam Muslim ketika itu masih berumur empat tahun.
Karena jarak umur itu, sangat mustahil Imam Muslim bin Hajjaj berguru kepada Imam Al-Bukhari saat itu. Kedua adalah tahun 250 H, saat Imam Bukhari menetap dan mengajarkan ilmu Hadis kepada Imam Muslim selama lima tahun di Kota Naisabur. Beberapa tahun setelahnya, Imam Bukhari wafat pada tahun 256 H.
Lihat Juga :