Kapan Turunnya Lailatul Qadar? Ini Pesan Rasulullah SAW

Rabu, 06 Mei 2020 - 03:15 WIB
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya satu malam yang diberkahi yaitu Lailatul Qadar. Foto/Ist
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya satu malam yang diberkahi yaitu Lailatul Qadar (لَيْلَةِ الْقَدْرِ). Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) berpesan agar umat Islam mencari malam itu di sepuluh malam terakhir atau tujuh malam terakhir.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah bersabda:

فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ

"Maka barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada sepuluh malam terakhir." (HR. Bukhari No 1105)

Dari Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW juga bersabda: "Sesungguhnya seorang laki-laki dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat Lailatul Qadr pada mimpinya pada tujuh hari terakhir. Maka bersabda Rasulullah: "Saya melihat mimpi kalian telah bertepatan pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada tujuh malam terakhir." (HR. Bukhari No. 1911, 6590, Muslim No.1165 Ibnu Hibban No. 3675, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8327, Ibnu Khuzaimah No. 2182, Malik dalam Al Muwaththa’ No. 697)

Bagaimana Maksud Tujuh Malam Terakhir?

Dalam Sahih Ibnu Khuzaimah dijelaskan: "Berkata Abu Bakar, Kabar ini memiliki dua makna. Pertama, pada malam ke tujuh terakhir karena Nabi tatkala mengetahui adaya kesesuaian dengan mimpi sahabat bahwa Lailatul Qadr terjadi pada tujuh malam terakhir pada tahun itu, maka beliau memerintahkan mereka pada tahun itu untuk mencarinya pada tujuh malam terakhir. Kedua, perintah Nabi kepada para sahabat untuk mencari pada tujuh malam terakhir dikaitkan jika mereka lemah dan tidak kuat mencarinya pada sepuluh hari semuanya. (Shahih Ibnu Khuzaimah No. 2182)

Makna ini diperkuat lagi oleh hadis yang menunjukkan alasan kenapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mengintai tujuh hari terakhir. Berikut sabda Beliau dari Ibnu Umar RA:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah dia pada sepuluh malam terakhir (maksudnya Lailatul Qadar) jika kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai dikalahkan oleh tujuh hari sisanya." (HR. Muslim No. 1165, 209)

Ada yang menyebut kemungkinan besar Lailatul Qadr itu datangnya pada malam ganjil sebagaimana hadis dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!