Hari Pembebasan Al-Quds, Shalahuddin Al-Ayyubi Menyiapkan Pasukannya Lebih Dari 20 Tahun

Selasa, 06 Oktober 2020 - 15:46 WIB
Aisyah Al-Maghoribah menyebutkan tentang peran seorang ibu meski tidak pergi ke medan perang adalah menyiapkan generasi. Kapanpun, baik itu kemarin, sekarang, maupun di masa depan, peran perempuan tidak akan pernah berubah. Bagaimana pun dia menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu lah yang menanamkan kesadaran dan cinta terhadap Palestina .

"Ibu adalah poin kunci penanaman pemahaman pada anak yang insyaallah akan siap menjadi bagian dari pembebasan Al-Aqsha," ungkapnya.

Kisah inspiratif mengenai para perempuan Al-Quds yang menyambut kemenangan Shalahuddin dengan menyiapkan nasi Maqlubah dan juga cerita parfum mawar yang dibuat oleh perempuan-perempuan Diyar Bakr untuk wewangian Al-Aqsha memberikan kesan tersendiri. Meski sederhana, namun keterlibatan diri dalam perjuangan pembebasan Al-Quds merupakan bentuk nyata dari rasa cinta untuk mengembalikan kedamaian ke tanah para Nabi tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan seorang perempuan tak dikenal namanya yang sangat ingin menjadi bagian dari pasukan pembebas Al-Quds . Saat salah satu pasukan Shalahudin tak mendapati apapun untuk tali kekang kudanya, ia rela memberikan rambutnya yang berharga untuk dijadikan penyambung tali kekang kuda tersebut. "Menghilangkan rasa kikir menjadi bagian dari perjuangan membantu Palestina . Kita bisa membantu dengan sedikit apapun yang kita miliki. Bila kita tidak memiliki harta, kita masih memiliki kata," terang Aisyah Al-Maghoribah.

Pelajar asal Gaza, Palestina , Syaima binti Ahed juga menyampaikan hal serupa pada sesi ketiga acara talkshow ini. Mewakili generasi muda Palestina , ia menyampaikan bahwa bagi umat muslim yang jauh dari Palestina, bisa turut berjuang dengan mengedukasi diri sendiri dan orang lain, juga menyebarluaskan kabar terkini mengenai Palestina melalui media sosial.

"Dengan banyak membaca, maka kita memiliki banyak referensi untuk menyusun strategi memenangkan Palestina. Selain itu, membaca adalah perintah pertama dan utama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم," katanya.

Sementara Ketua Adara, Sri Vira Chandra merefleksikan kembali kisah anak-anak Palestina serta cerita perempuan yang dengan keterbatasan fisiknya terus saja disiksa oleh zionis Yahudi. "Salah satu kontribusi yang dapat kita berikan adalah memberikan didikan terbaik untuk generasi penerus guna melanjutkan amanah pembebasan Al Quds yang diwasiatkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم," katanya.

Kegiatan ini ditutup dengan lelang barang Palestina, yang hasilnya akan didonasikan melalui program bantuan Adara yang sedang berjalan. Meski hari sudah larut, namun para pemburu merchandise Palestina terlihat sangat bersemangat untuk berdonasi dan mendapatkan barang-barang khas Palestina.

Perjuangan pembebasan Al-Quds tidak dibangun oleh satu negara saja, namun juga gabungan dari seluruh negara di dunia. Seluruh umat muslim harus berkolaborasi dan berkonsolidasi, guna membantu perjuangan rakyat Palestina dengan apa pun yang dimilikinya, sesedikit atau sesederhana apa pun itu. (Baca Juga: Masjid Al-Aqsa Kembali Buka Setelah Hampir 3 Bulan Tutup )
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!