Umar bin Khattab: Akan Kuhantam Raja-Raja Persia itu dengan Raja-Raja Arab

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 05:00 WIB
Untuk itu ia pernah berkata: "Ketika saya masuk Islam Allah belum mewajibkan salat." Dan katanya lagi: "Belum ada laki-laki yang sudah masuk Islam sebelum saya selain orang yang bersamaan dengan saya masuk Islam pada hari yang sama ketika saya masuk Islam. Suatu hari pernah saya merasakan bahwa saya adalah sepertiga Islam."

Baca juga: Demo Meletus di Berbagai Daerah, MPR Minta Semua Pihak Menahan Diri


Dan Aisyah putrinya melukiskannya dengan mengatakan: "Ayahku berperawakan gemuk pendek, jari-jarinya tebal, kasar dan berbulu, menggunakan cat hitam."

Sa’ad orang kaya dan hidup senang, mengenakan pakaian sutera dan cincin emas. Karenanya hadis tentang wasiat dihubungkan kepadanya. Di masa mudanya ketika di Makkah ia pernah jatuh sakit hingga hampir mati. Suatu hari Rasulullah menengoknya dan ia berkata kepadanya:

"Rasulullah, harta saya banyak dan tak ada orang yang akan mewarisinya selain anak saya perempuan. Bolehkah saya mewasiatkan dengan sepertiganya?"

Kata Rasulullah, "Tidak."

Kata Sa’ad, "Separuhnya?"

“Tidak,” kata Rasulullah lagi.

“Sepertiganya?” tanya Sa’ad lebih lanjut.

Ketika itu Rasulullah berkata: "Sepertiga, sepertiga itu banyak. Lebih baik Anda membiarkan ahli waris itu kaya daripada membiarkan mereka menjadi beban dan meminta-minta kepada orang."

Di samping sifat-sifatnya demikian itu Sa’ad adalah kesatria dan pahlawan pemberani. Ia termasuk pemanah yang terbilang dari sahabat-sahabat Rasulullah. Dia ikut terjun dalam beberapa peperangan di Badr, Uhud, Khandaq, Hudaibiah, Khaibar, dalam pembebasan Makkah dan dengan semua ekspedisi bersama Rasulullah.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Punya Modal Sosial Bertarung di Pilpres 2024


Dalam pembebasan Makkah dia yang membawa salah satu dari tiga bendera Muhajirin. Dalam Perang Uhud, ketika orang banyak yang berlarian, ia tetap bertahan bersama Rasulullah.

Dia melindungi Rasulullah demikian rupa sehingga Rasulullah berkata: "Sa’ad, lepaskan (anak panahmu). Kupertaruhkan ibu-bapaku untukmu!"

Dia adalah orang pertama yang melepaskan anak panah dalam Islam tatkala ia berangkat dalam satuan Ubaidah bin al-Haris ke suatu tempat mata air di Hijaz di Wadi Rabig.

Ia bertemu dengan rombongan Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Lalu mereka menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata selain panah yang dilepaskan Sa’ad. Itu sebabnya ia berkata: "Saya orang pertama di kalangan Arab yang melepaskan anak panah di jalan Allah."

Begitu itulah sifatnya. Tidak heran jika ia menjadi singa yang masih dengan cakarnya, dan secara aklamasi semua orang setuju ia diangkat menjadi komandan pasukan yang akan diberangkatkan ke Irak untuk menghadapi suatu situasi yang paling kritis yang pernah dihadapi pasukan Muslimin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!