Kenapa Kita Harus Mencintai Rasulullah? Simak Penjelasan Ustaz Muchlis
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 18:45 WIB
Aku (Al-Aswad) pun pernah menanyakan kepada 'Aisyah apa yang dilakukan Rasulullah jika beliau sedang di rumah? Aisyah menjawab: "Jika beliau sedang di rumah, maka beliau mengerjakan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan istrinya, dan jika waktu salat tiba maka beliaupun berwudhu lalu pergi shalat."
Aisyah bertestimoni tentang suaminya Rasulullah , "Beliau tidak pernah memukul pembantunya apalagi terhadap istrinya, beliau tidak pernah memukulkan tangannya kecuali saat berjuang di jalan Allah."
Sahabat Anas radhiyallahu 'anhu menceritakan pengalamannya 10 tahun menjadi pembantu Rasulullah . "Sepuluh tahun aku melayani Rasulullah dan tidak pernah beliau membentakku apalagi usil mempertanyakan kenapa kau kerjakan yang ini, kenapa tidak kerjakan yang itu."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم memang lahir di tengah lingkungan para penyembah berhala dan masyarakat yang brutal tidak bermoral, perempuan hanya jadi barang komoditas. Bahkan melahirkan anak perempuanpun dianggap cela, sehinga mereka mengubur hidup-hidup bayi perempuan.
Namun, kondisi masyarakatnya yang terkesan buruk dan negatif sama sekali tidak berpengaruh pada kemuliaan akhlak beliau sejak kecil hingga tumbuh dewasa. Beliau dikenal oleh orang-orang di zamannya bahkan hingga akhir zaman dengan julukan "Al-Amiin", yang terpercaya.
Semoga Allah karuniakan kita kekuatan untuk mencintai-Nya dan mencintai Rasul-Nya sepenuh hati. Yaitu cinta yang tidak pernah berkurang dalam kondisi apapun dan berusaha meneladani Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Aamiin. (Baca Juga: Bagaimana Cara Mencintai Rasulullah SAW? )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :