Belajarlah dari Sejarah Fir'aun dan Namrud

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 19:28 WIB
Seringkali juga Allah tidak secara langsung menghabisi mereka. Justru diberi kesempatan demi kesempatan untuk sadar. Fir'aun diingatkan berkali-kali dengan berbagai peringatan (azab). Tapi peringatan itu tidak dihiraukannya. Hingga pada akhirnya ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah.

Ini sekaligus indikasi bahwa harapan untuk penguasa zalim berubah sangat kecil. Kita tidak nafikan kemungkinan intervensi Ilahi. Tapi kezaliman penguasa terhadap rakyat kecil adalah penghalang besar antara manusia dan hidayah-Nya. Karena rakyat adalah 'ra’iyah' yang seharusnya dijaga, digembala, diurus, diperhatikan. Bukan disakiti demi kelanggenan kekuasaan itu sendiri.

Realitanya, kekuasaan yang sedang mengalami kepanikan akan berbuat apa saja, bahkan terkadang di luar nalar atau logika sehat manusia, untuk mempertahankan kekuasaannya. terkadang rasa malu itu menjadi semakian kecil. Kebohongan, sandiwara, tipuan, dan tidak jarang urusan rakyat banyak dijadikan 'mainan' demi kepentingan semata.

Sebaliknya upaya koreksi kekuasaan oleh rakyat dibalik menjadi kejahatan, usaha penggulingan, dan lain-lain. Ini adalah realita Qurani : "Dan jika dikatakan kepada mereka jangan merusak, mereka berkata kami ini orang-orang yang melakukan kebaikan" (QS Al-Baqarah: 11).

Prilaku irrasionalitas kekuasaan itu tergambarkan misalnya ketika Namrud terjepit oleh logika Nabi Ibrahim AS. Dengan arogansi dan perasaan menguasai segalanya dia menjerit bak kesurupan setan "uqtuluuhu wanshuruu alihatakum (bunuh Ibrahim dan tolonglah tuhan-tuhan kalian)."

Karenanya teruslah berjuang dengan ikhlas dan benar (bahasa formalnya secara konstitusional), konstruktif (tidak merusak), seraya menengadahkan kedua tangan ke langit. Insya Allah ketukan langit itu akan terdengar. Dan pada masanya janji itu akan tiba.

"Innallaha laa yukhliful mii'aad" (sesungguhnya Allah tidak pernah ingkar janji). Percayalah! (Baca Juga: Revolusi Ala Erdogan dan Harapan Umat )

Soekarno-Hatta, 16 Oktober 2020

(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!