Kisah Terompah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Bikin Perampok Mati Ketakutan
Kamis, 05 November 2020 - 05:00 WIB
Para anggota kafilah terheran-heran dan saling berpandangan. Dengan takut mereka mengikuti si perampok sampai di tempat semula mereka meninggalkan barang dagangan, mereka menyaksikan pemandangan yang lebih aneh lagi.
Dua orang tetua mereka tewas dengan kepala luka parah. Di sebelah masing-masing tergeletak sebuah terompah yang masih basah, sementara sebagian anggota perampok terduduk lemas dengan wajah ketakutan.
Menurut salah seorang perampok ketika mereka tengah berpesta pora, tiba-tiba sebuah terompah melesat dan menghantam salah seorang kepala begal.
Belum hilang keterkejutan mereka, tiba-tiba sebuah terompah lagi melesat dan menghantam kepala pemimpin begal lainnya keduanya tewas seketika. “Melesatnya terompah itu diiringi dengan teriakan yang keras yang membuat lutut kami gemetar dan terduduk lemas,” katanya.(Baca juga: Kisah Abdul Qadir al-Jilani: Murid Pertamanya Adalah Pemimpin Perampok )
Pada pengikut Syaikh Abdul Qadir menyebut kisah tersebut sebagai karamah beliau. Dan masih banyak lagi kisah karamah penggagas tarekat Qadiriyyah yang mendunia ini. Bahkan, dalam salah satu manaqibnya, An-Nurrul Burhan Fi Manaqib Sultanil Awliya‟ Syaikh Abdil Qodir Al-Jilani, terdapat satu bab khusus yang mengisahkan beberapa karamah khusus sang wali yang disaksikan oleh beberapa orang.
Karamah-karamah Syaikh memang melegenda, hingga tak jarang masyarakat awam menyebutkan namanya sebagai upaya mendapatkan keluarbiasaan atau kesaktian. Beberapa perguruan tinggi bela diri Islam konon menjadikan bacaan Syaikh Abdul Qodir sebagai ritual untuk menyempurnakan ilmu kesaktian.(Baca juga: Penyebaran Berkah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani )
Dua orang tetua mereka tewas dengan kepala luka parah. Di sebelah masing-masing tergeletak sebuah terompah yang masih basah, sementara sebagian anggota perampok terduduk lemas dengan wajah ketakutan.
Menurut salah seorang perampok ketika mereka tengah berpesta pora, tiba-tiba sebuah terompah melesat dan menghantam salah seorang kepala begal.
Belum hilang keterkejutan mereka, tiba-tiba sebuah terompah lagi melesat dan menghantam kepala pemimpin begal lainnya keduanya tewas seketika. “Melesatnya terompah itu diiringi dengan teriakan yang keras yang membuat lutut kami gemetar dan terduduk lemas,” katanya.(Baca juga: Kisah Abdul Qadir al-Jilani: Murid Pertamanya Adalah Pemimpin Perampok )
Pada pengikut Syaikh Abdul Qadir menyebut kisah tersebut sebagai karamah beliau. Dan masih banyak lagi kisah karamah penggagas tarekat Qadiriyyah yang mendunia ini. Bahkan, dalam salah satu manaqibnya, An-Nurrul Burhan Fi Manaqib Sultanil Awliya‟ Syaikh Abdil Qodir Al-Jilani, terdapat satu bab khusus yang mengisahkan beberapa karamah khusus sang wali yang disaksikan oleh beberapa orang.
Karamah-karamah Syaikh memang melegenda, hingga tak jarang masyarakat awam menyebutkan namanya sebagai upaya mendapatkan keluarbiasaan atau kesaktian. Beberapa perguruan tinggi bela diri Islam konon menjadikan bacaan Syaikh Abdul Qodir sebagai ritual untuk menyempurnakan ilmu kesaktian.(Baca juga: Penyebaran Berkah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani )
(mhy)
Lihat Juga :