Kisah Ahli Puasa yang Makamnya Diziarahi Rasulullah dan Sahabat

Jum'at, 06 November 2020 - 16:38 WIB
"Dan akulah pemegang bendera di depan mereka," kata sahabatnya dalam mimpi itu.

"Hendak ke manakah mereka?" tanya Abu Yusuf.

"Mereka ingin menziarahiku."

Abu Yusuf pun kagum, "Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?"

"Sebab aku memprioritaskan ridha Allah Ta'ala dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari Dzulhijjah," jawab sahabatnya.

Abu Yusuf pun terbangun dari tidurnya. Lalu sejak itu Beliau tak pernah meninggalkan amalan puasa itu hingga akhir hayat. Anjuran memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah termaktub dalam beberapa hadis.

Misalnya Hadis riwayat Ibnu 'Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi yang mengatakan, "Tiada ada hari lain yang dicintai Allah untuk beribadah seperti sepuluh hari ini ( Dzulhijjah )."

Meskipun disebutkan kata "sepuluh hari", puasa jika dimulai 1 Dzulhijjah cukup dijalankan sembilan hari karena tanggal 10 Dzulhijjah (juga hari tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah) adalah hari terlarang untuk berpuasa.

Semoga kisah ini menjadi hikmah dan pelajaran buat kita untuk bersemangat lagi menjalankan ibadah puasa sunnah. (Baca Juga: Kisah Sayyidah Fathimah dan Asal-usul Keranda Mayat )

Sumber:

Kitab An-Nawadir karya Syaikh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!