Ini yang Membuat Sayyidah Khadijah Jatuh Cinta pada Nabi Muhammad

Kamis, 12 November 2020 - 15:01 WIB
Dalam Buku "Kisah Empat Perempuan Mulia yang Dipuji Allah Ta'ala" diceritakan, ketika rombongan kafilah melewati rumahnya, Khadijah mencari-cari pemuda itu. Khadijah melihat pemuda itu paling bersinar di antara banyaknya kerumunan orang. Seketika, hati Khadijah berdebar-debar. Cahaya yang terpancar dari pemuda itu membawa ketenangan dan keteduhan bagi hatinya. Khadijah akhirnya menyadari bahwa ia telah jatuh hati pada pemuda tersebut. Sayyidah Khadijah begitu memendam perasaannya.

Tak lama kemudian, Khadijah mengirim utusan untuk melamar Nabi Muhammad . Subhanallah, sebelumnya banyak laki-laki yang melamar Khadijah, semuanya ditolak. Namun, untuk pemuda yang satu ini justru Khadijah yang jatuh cinta dan semakin mantap untuk melamarnya. Dan akhirnya Nabi menerima lamaran tersebut. Saat itu usia Sayyidah Khadijah 40 tahun, sedangkan Nabi Muhammad berusia 25 tahun.

"Ada satu pelajaran penting dari kisah ini. Bukan satu perkara yang aib, seorang ayah menawarkan putrinya kepada laki-laki yang layak untuk dinikahi. Jadi tidak harus laki-laki saja yang melamar perempuan dan perempuan hanya diam menunggu di rumah. Ini dilakukan banyak orang terutama orang-orang saleh dan bahkan sahabat Nabi juga melakukannya," kata Habib Ahmad .

Setelah Sayyidah Khadijah mengutarakan kesukaannya, Nabi pun datang melamar Khadijah secara resmi bersama pamannya Abu Thalib. Dari pernikahan beliau dengan Khadijah , Nabi dikaruniai enam anak yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah Azzahra. (Baca Juga: Masya Allah, Mahar Nabi Kepada Khadijah Ternyata Rp1,3 Miliar )

Sayyidah Khadijah Wafat

Sayyidah Khadijah wafat pada bulan Ramadhan Tahun 10 masa kenabian atau 3 tahun sebelum Hijrah ke Madinah. Usia Nabi saat itu 50 tahun dan Khadijah wafat di usia 65 tahun.

Beliau wafat setelah Abu Thalib wafat sebelum Nabi melakukan perjalanan isra wal mikraj. Saat itu shalat 5 waktu belum diwajibkan. Ketika Sayyidah Khadijah wafat, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم betul-betul terpukul. Beliau sedih karena banyak kenangan manis yang tak bisa dilupakan oleh Nabi.

Kesedihan Nabi semakin dalam karena dalam 2 minggu beliau kehilangan 2 sosok pembela beliau dalam berdakwah. Yaitu Abu Thalib, sosok paman yang membela Nabi secara fisik dari gangguan orang-orang kafir Quraisy. Sedangkan yang menghibur hati dan melepas kesedihan beliau adalah sosok Khadijah . Keduanya telah pergi menghadap Allah 'Azza wa Jalla. Di saat itulah Nabi benar-benar sedih sehingga dikatakan sebagai Tahun Kesedihan ('Aamul Huzni).

Cemburunya Sayyidah Aisyah

Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha pernah berkata: "Saya tidak pernah cemburu kepada manusia kecuali kepada sosok bernama Khadijah ". Padahal beliau sendiri tidak pernah ketemu Khadijah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!