Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Ketika Menghadapi Bencana
Sabtu, 14 November 2020 - 05:00 WIB
"Wahai yang dirundung malang! Tunjukkanlah perilaku terbaik. Tunjukkanlah kesabaranmu bila musibah menimpamu, meski kau tak berdaya karenanya. Bersabarlah selalu, meski kau kepayahan dalam menyerahkan diri kepada-Nya. Bertakwalah selalu kepada-Nya. Ridha dan rindulah kepada-Nya. Jika masih kau temui kedirianmu, bergegaslah keluar darinya. Bila kau terhilang, di manakah kau ’kan didapat? Dimanakah kau?"
Belumkah kau dengar firman Allah: “Diwajibkan atas kamu berperang, sesungguhnya beperang itu sesuatu yang kamu benci. Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Dan Allah Maha-mengetahui, sedang kamu tak mengetahui.” (QS 2:216).
Pengetahuan ihwal hakikat segala suatu tercabut dari hatimu dan tertutup dari penglihatanmu oleh tabir. Oleh karena itu, jangan berlebih-lebihan dalam membenci ataupun mencintai sesuatu. (Baca juga: Menikah di Usia 51 Tahun, Begini Nasehat Abdul Qadir Al-Jilani bagi Mereka yang Takut Kawin )
Ikutilah segala ketentuan syariat dalam segala keadaan, jika kau benar-benar saleh. Setelah kau jalani hal ini, maka ikutilah semua perintah tentang wilayat, dan teguhlah selalu. Ridhalah atas ketentuan-Nya dan berdamailah dengan kehendak-Nya. Dan, luruhlah ke dalam keadaan badal, ghauts dan shiddiq.
Bertolaklah senantiasa dari jalan nasib, jangan berdiri di tengah-tengahnya, gantilah dirimu dan hasratmu (dengan kehendak-Nya), dan tahanlah lidahmu dari segala keluhan. Bila hal ini telah kau jalani, maka Tuhanmu mengaruniamu kebaikan berlimpah, kehidupan yang nyaman dan bahagia, dan melindungimu, karena ketaatanmu kepada-Nya.
Syaikh Abdul Qadir menyatakan bila di dalam diri manusia, bersarang berbagai dosa, noda dan kesalahan, maka tak layak baginya bersama-Nya, sebelum ia bersih dari dosa-dosa. Tak seorang pun dapat mencium ambang pintu-Nya, kecuali ia suci dari noda ujub, sebagaimana tak seorang pun layak bersama raja, kecuali ia bersih dari noda dan bau busuk. Nah, semua musibah tak lain adalah sarana penebus dan pembersih diri. Nabi saw . Telah bersabda: “Demam sehari dapat menebus dosa sepanjang tahun.” (Baca juga: Tanda-tanda Mencapai Maqam Badal Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
Belumkah kau dengar firman Allah: “Diwajibkan atas kamu berperang, sesungguhnya beperang itu sesuatu yang kamu benci. Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Dan Allah Maha-mengetahui, sedang kamu tak mengetahui.” (QS 2:216).
Pengetahuan ihwal hakikat segala suatu tercabut dari hatimu dan tertutup dari penglihatanmu oleh tabir. Oleh karena itu, jangan berlebih-lebihan dalam membenci ataupun mencintai sesuatu. (Baca juga: Menikah di Usia 51 Tahun, Begini Nasehat Abdul Qadir Al-Jilani bagi Mereka yang Takut Kawin )
Ikutilah segala ketentuan syariat dalam segala keadaan, jika kau benar-benar saleh. Setelah kau jalani hal ini, maka ikutilah semua perintah tentang wilayat, dan teguhlah selalu. Ridhalah atas ketentuan-Nya dan berdamailah dengan kehendak-Nya. Dan, luruhlah ke dalam keadaan badal, ghauts dan shiddiq.
Bertolaklah senantiasa dari jalan nasib, jangan berdiri di tengah-tengahnya, gantilah dirimu dan hasratmu (dengan kehendak-Nya), dan tahanlah lidahmu dari segala keluhan. Bila hal ini telah kau jalani, maka Tuhanmu mengaruniamu kebaikan berlimpah, kehidupan yang nyaman dan bahagia, dan melindungimu, karena ketaatanmu kepada-Nya.
Syaikh Abdul Qadir menyatakan bila di dalam diri manusia, bersarang berbagai dosa, noda dan kesalahan, maka tak layak baginya bersama-Nya, sebelum ia bersih dari dosa-dosa. Tak seorang pun dapat mencium ambang pintu-Nya, kecuali ia suci dari noda ujub, sebagaimana tak seorang pun layak bersama raja, kecuali ia bersih dari noda dan bau busuk. Nah, semua musibah tak lain adalah sarana penebus dan pembersih diri. Nabi saw . Telah bersabda: “Demam sehari dapat menebus dosa sepanjang tahun.” (Baca juga: Tanda-tanda Mencapai Maqam Badal Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
(mhy)
Lihat Juga :