Kisah Hikmah : Perempuan Pemintal Benang
Senin, 23 November 2020 - 19:31 WIB
Kisah Rithah juga mengingatkan agar kita selalu mengarahkan cinta (mahabbah) tertinggi kita kepada yang memang berhak memilikiny, yakni Allah Taala. Foto ilustrasi/pinterest.
Kisah ini tentang seorang perempuan kaya raya namun hidupnya sangat kesepian. Terjadi di era sebelum Islam datang. Dialah Rithah Al Hamqa, perempuan Arab dari Bani Makhzum . Hari-harinya dilanda kesedihan karena jodohnya tak kunjung tiba. Padahal Rithah merupakan perempuan yang cukup jelita lagi banyak harta. Namun tetap saja tak ada pria yang bersedia meminangnya.
(Baca juga : Diam-diam Mendoakan Orang Lain, Salah Satu Sebab Terkabulnya Doa )
Dinukil dari “Kisah-kisah Al-Qur'an: Pelajaran dari Orang-orang Dahulu” karya Shalah A. Fattah Al-Khalidy, dikisahkan bahwa Rithah selalu dilanda kesedihan sepanjang hidupnya , karena jodoh yang tak kunjung tiba. Padahal Rithah merupakan perempuan yang cukup jelita lagi banyak harta . Namun tetap saja tak ada pria yang bersedia meminangnya .
Saat orang tuanya masih hidup, keduanya selalu mencari pasangan untuk Rithah. Ayahnya selalu mendatangi berhala dan meminta seorang mantu. Namun berhala yang hanya sebongkah batu berbentuk itu tentu tak bisa mengabulkannya. Ibunya sering pergi ke ahli nujum ingin melihat masa depan anaknya. Namun Ahli nujum tentu hanya bisa berdusta bahwa Rithah akan mendapat jodoh dalam waktu dekat.
(Baca juga : Bagaimana Cara Mengetahui Selesainya Masa Haid? )
Tahun demi tahun berlalu dengan amat sangat lambat dalam hidup Rithah. Musim demi musim dijalaninya dengan penantian yang tak berujung. Hingga orang tuanya meninggal, Rithah belum juga mendapat pasangan. Kini satu-satunya yang Rithah miliki hanyalah harta warisan .
Tak ada yang bisa menyibukkan hari-hari Rithah. Hartanya terlalu banyak hingga membuatnya tak perlu bekerja. Ia pun tak punya sahabat untuk dikunjungi. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah menunggu seorang pria mengetuk pintu rumahnya. Namun ratusan bahkan ribuan hari berlalu, penungguan itu tetap sia belaka. Hingga usia Rithah pun tak lagi muda.
(Baca juga : Lakukan Amalan Ini Sebelum Memulai Aktivitas, Pahalanya Berlimpah )
Setelah menjadi perawan tua, Rithah tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kabar. Seorang kerabatnya dari Bani Tamim akan berkunjung. Bukan kunjungan biasa, sang kerabat membawa serta seorang pria muda bernama Sukhr yang akan melamar Rithah. Betapa girang hati Rithah. Penantian panjangnya kini berbuah, kesendiriannya akan berakhir sudah. Rithah pun menikah dengan Sukhr dan menjadi perempuan paling bahagia.
Namun ternyata kebahagiaan Rithah hanya sekedipan mata. Suaminya menghilang bak di telan bumi. Sukhr kabur membawa harta yang sangat banyak milik Rithah. Suami muda itu pun dicarinya. Namun ternyata Sukhr telah diusir dari kampungnya karena berbuat jahat bersama sekumpulan pemuda.
(Baca juga : Diam-diam Mendoakan Orang Lain, Salah Satu Sebab Terkabulnya Doa )
Dinukil dari “Kisah-kisah Al-Qur'an: Pelajaran dari Orang-orang Dahulu” karya Shalah A. Fattah Al-Khalidy, dikisahkan bahwa Rithah selalu dilanda kesedihan sepanjang hidupnya , karena jodoh yang tak kunjung tiba. Padahal Rithah merupakan perempuan yang cukup jelita lagi banyak harta . Namun tetap saja tak ada pria yang bersedia meminangnya .
Saat orang tuanya masih hidup, keduanya selalu mencari pasangan untuk Rithah. Ayahnya selalu mendatangi berhala dan meminta seorang mantu. Namun berhala yang hanya sebongkah batu berbentuk itu tentu tak bisa mengabulkannya. Ibunya sering pergi ke ahli nujum ingin melihat masa depan anaknya. Namun Ahli nujum tentu hanya bisa berdusta bahwa Rithah akan mendapat jodoh dalam waktu dekat.
(Baca juga : Bagaimana Cara Mengetahui Selesainya Masa Haid? )
Tahun demi tahun berlalu dengan amat sangat lambat dalam hidup Rithah. Musim demi musim dijalaninya dengan penantian yang tak berujung. Hingga orang tuanya meninggal, Rithah belum juga mendapat pasangan. Kini satu-satunya yang Rithah miliki hanyalah harta warisan .
Tak ada yang bisa menyibukkan hari-hari Rithah. Hartanya terlalu banyak hingga membuatnya tak perlu bekerja. Ia pun tak punya sahabat untuk dikunjungi. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah menunggu seorang pria mengetuk pintu rumahnya. Namun ratusan bahkan ribuan hari berlalu, penungguan itu tetap sia belaka. Hingga usia Rithah pun tak lagi muda.
(Baca juga : Lakukan Amalan Ini Sebelum Memulai Aktivitas, Pahalanya Berlimpah )
Setelah menjadi perawan tua, Rithah tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kabar. Seorang kerabatnya dari Bani Tamim akan berkunjung. Bukan kunjungan biasa, sang kerabat membawa serta seorang pria muda bernama Sukhr yang akan melamar Rithah. Betapa girang hati Rithah. Penantian panjangnya kini berbuah, kesendiriannya akan berakhir sudah. Rithah pun menikah dengan Sukhr dan menjadi perempuan paling bahagia.
Namun ternyata kebahagiaan Rithah hanya sekedipan mata. Suaminya menghilang bak di telan bumi. Sukhr kabur membawa harta yang sangat banyak milik Rithah. Suami muda itu pun dicarinya. Namun ternyata Sukhr telah diusir dari kampungnya karena berbuat jahat bersama sekumpulan pemuda.
Lihat Juga :