Bagaimana Cara Mengetahui Selesainya Masa Haid?

loading...
Bagaimana Cara Mengetahui Selesainya Masa Haid?
jika perempuan tersebut yakin bahwa dia telah suci kemudian darah keluar lagi, maka darah itu dihukumi sebagai darah haid, selama darah kedua tersebut tidak keluar selama sebulan. Foto ilustrasi/ist
Sebagai seorang muslimah, terkadang kita bingung menentukan masa awal dan masa akhir haid atau siklus bulanan ini. Bahkan ketika yakin sudah selesai dan melakukan salat, ternyata masih keluar lendir atau flek coklat dan bisa berlangsung beberapa hari kemudian setelah darah haid tidak keluar lagi.

(Baca juga : Lakukan Amalan Ini Sebelum Memulai Aktivitas, Pahalanya Berlimpah )

Bagaimana sebenarnya menentukan tanda berakhirnya haid menurut syariat ? Dan kapan harus melaksanakan thaharah (bersuci) untuk melaksanakan ibadah wajib kembali? Secara umum, ketika perempuan muslimah mengalami haid atau menstruasi maka tanda sucinya adalah berhentinya darah haid tersebut. Baik darah haidnya sedikit maupun banyak. Dikutip dan diterjemahkan dari islamqa berdasarkan Fatwa Syaikh Shalih Al-Munajjid, berikut cara menentukan masa selesainya haid seorang perempuan.

Pertama, mayoritas ulama berpendapat masa haid minimal adalah sehari-semalam dan maksimal 15 hari.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya 'Majmu’ Fatawa' berpendapat bahwa tidak ada batasan minimal maupun maksimal untuk masa haid, namun jika muncul darah yang ciri khasnya seperti yang diketahui (sebagai darah haid) maka itulah masa haid, baik sedikit maupun banyak.

(Baca juga : Perempuan-Perempuan yang Dinantikan Neraka )

Kemudian ia juga mengatakan, “Allah mengaitkan banyak hukum yang berlaku ketika haid. Dan Allah tidak memberikan batasan. Baik batasan minimal dan maksimal. Tidak pula batas hari suci antara dua masa haid. Padahal itu menyeluruh di masyarakat dan mereka butuh penjelasan batasan itu”.”

Beliau melanjutkan lagi,

والعلماء منهم من يحدُّ أكثرَه وأقلَّه ، ثمَّ يختلفون في التحديد ، ومنهم من يحد أكثره دون أقله والقول الثالث أصح : أنَّه لا حدَّ لا لأقله ولا لأكثره

“Di antara ulama, ada yang menetapkan batas masa haid maksimal dan minimal. Namun mereka berbeda pendapat tentang berapa rincian batas tersebut. Ada pula ulama yang memberi batas maksimal masa haid, namun tidak memberi batas minimal masa haid. Ulama lain berpendapat – dan inilah pendapat yang benar – bahwa tidak ada batas minimal dan tidak ada batas maksimal masa haid.” (Majmu’ Fatawa, 19:237)
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَنۡ اَحۡسَنُ قَوۡلًا مِّمَّنۡ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Orang yang lebih baik perkataannya adalah orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

(QS. Fussilat:33)
cover bottom ayah
preload video