Perempuan Gila yang Gigih Menutup Aurat
Minggu, 29 November 2020 - 21:51 WIB
Ibnu Hajar dalam al-Ishabah (4/453) berkata, "Hadis ini diriwayatkan oleh orang-orang yang tsiqah (terpercaya) dari Atha."
Ibnu Hajr menyebutkan di dalam Fath al-Bari beberapa faidah dari kisah Ummu Zufar ini, dia berkata,
1. Di dalam hadis ini ada keutamaan bagi orang yang kesurupan.
2. kesabaran terhadap cobaan di dunia menyebabkan masuk Surga
(Baca juga: Eks Menteri BUMN Tanri Abeng, Minta Erick Thohir Berdayakan Dewan Komisaris )
3. Memilih amalan yang berat lebih utama daripada amalan yang ringan bagi orang yang merasa dirinya mampu dan tidak lemah, jika melaksanakan yang berat.
4. Di dalamnya juga terdapat dalil bolehnya tidak berobat, mengobati semua penyakit dengan doa dan kembali kepada Allah lebih bermanfaat daripada mengobati dengan obat-obatan. Pengaruh pengobatan rohani tersebut dan perubahan badan yang ditimbulkannya lebih besar daripada pengaruh obat-obatan yang bersifat materi.
Akan tetapi, pengobatan ini akan bermanfaat jika didukung dari dua sisi. Pertama, dari sisi penderita, dia harus benar-benar memiliki tujuan yang jujur (benar). Sisi kedua, dari orang yang mengobati, hendaknya ia benar-benar mantap dalam tawajuhnya kepada Allah, hatinya benar-benar bertawakkal dan bertakwa (Fath al-Bari, 10/115)
(Baca juga : Kemenkumham Pastikan Permohonan Calling Visa Diawasi Ketat )
Aku katakan, dalam hadis ini “kisah Ummu Zufar dan kesabarannya- ada dalil yang menunjukkan kesucian dan kehormatan dirinya. Hal ini berdasarkan pada dua perkara ;
Ibnu Hajr menyebutkan di dalam Fath al-Bari beberapa faidah dari kisah Ummu Zufar ini, dia berkata,
1. Di dalam hadis ini ada keutamaan bagi orang yang kesurupan.
2. kesabaran terhadap cobaan di dunia menyebabkan masuk Surga
(Baca juga: Eks Menteri BUMN Tanri Abeng, Minta Erick Thohir Berdayakan Dewan Komisaris )
3. Memilih amalan yang berat lebih utama daripada amalan yang ringan bagi orang yang merasa dirinya mampu dan tidak lemah, jika melaksanakan yang berat.
4. Di dalamnya juga terdapat dalil bolehnya tidak berobat, mengobati semua penyakit dengan doa dan kembali kepada Allah lebih bermanfaat daripada mengobati dengan obat-obatan. Pengaruh pengobatan rohani tersebut dan perubahan badan yang ditimbulkannya lebih besar daripada pengaruh obat-obatan yang bersifat materi.
Akan tetapi, pengobatan ini akan bermanfaat jika didukung dari dua sisi. Pertama, dari sisi penderita, dia harus benar-benar memiliki tujuan yang jujur (benar). Sisi kedua, dari orang yang mengobati, hendaknya ia benar-benar mantap dalam tawajuhnya kepada Allah, hatinya benar-benar bertawakkal dan bertakwa (Fath al-Bari, 10/115)
(Baca juga : Kemenkumham Pastikan Permohonan Calling Visa Diawasi Ketat )
Aku katakan, dalam hadis ini “kisah Ummu Zufar dan kesabarannya- ada dalil yang menunjukkan kesucian dan kehormatan dirinya. Hal ini berdasarkan pada dua perkara ;
Lihat Juga :