Bersikap Jujur dalam Amalan-amalan Hati

Jum'at, 04 Desember 2020 - 07:42 WIB
“Dinampakkan semua kesalahan-kesalahan.” (QS. At-Taghabun : 9)

(Baca juga : Sebaik-baiknya Pernikahan yang Paling Baik )

Termasuk di dalamnya adalah niat dan keikhlasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengungkap perkara yang tersembunyi ini pada hari kiamat nanti. Seperti yang disebutkan dalam hadis bahwa hamba yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah tiga jenis manusia.

Salah satunya adalah orang yang mati syahid. Mati syahid dalam kacamata pandangan manusia, tapi mansuai tidak tahu apa yang tersembunyi di dalam hati. Manusia hanya tahu apa yang nampak, apa yang nyata dan lahir. Dan kita menjalankan hukum dunia itu berdasarkan apa yang nampak. Kita tidak boleh menghukumi suatu yang tidak nampak, yaitu hati manusia. Yang kita bisa hakimi adalah perbuatan yang nampak darinya.

(Baca juga : Lusa Masa Tenang Pilkada 2020, Catat Sejumlah Potensi Pelanggaran Ini )

Orang ini, yang nampak dari manusia adalah bahwa dia mati syahid. Dia dibawa ke hadapan Allah untuk dihisab, diperlihatkan kepadanya semua nikmat yang telah diberikan di dunia dan dia mengakuinya, tidak ada yang bisa menyanggah dan menyangkal di hadapan Allah. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membeberkan semua nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita yang mungkin kita tidak sadari nikmat-nikmat itu dan baru kita sadari nikmat-nikmat itu ketika kita berada di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tidak bisa mengingkarinya, kita mengakuinya.

Allah bertanya kepadanya: “Apa yang kamu lakukan terhadap nikmat-nikmatKu itu? Untuk apa kamu gunakan?” Maka dia menjawab: “Aku gunakan itu untuk berperang di jalanMu hingga aku gugur sebagai syahid,” begitu pengakuan lisannya. Tapi manusia tidak akan bisa menyembunyikan apa yang ada di dalam hatinya. Itu adalah hari yang sangat berat, diperlihatkan di hadapan kita rahasia-rahasia yang mungkin kita sendiri tidak menyadarinya. Atau kita lupa bahwa kita melakukan itu adalah bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Baca juga : UU Cipta Kerja Atasi Tumpang Tindih Perizinan dan Aturan Hukum )

Orang ini mengira dan meyakini bahwa dia mati syahid, maka Allah pun menyanggahnya dengan berkata:

كَذَبْتَ

“Kamu bohong, kamu tidak jujur.”

Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala menafikan kejujuran hati dari orang ini, bahwa niatnya tidak jujur dan lisan mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hati. “Sebenarnya tujuanmu berperang agar dipuji, kamu lakukan semua itu agar kamu dikatakan pemberani, kamu dikatakan pahlawan, kamu dikatakan begini dan begitu,” yaitu dia melakukan itu untuk mendapatkan pujian dari manusia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!