Begini Doa Lengkap untuk Orang yang Meninggal Dunia Sesuai Sunnah Nabi
Kamis, 10 Desember 2020 - 12:48 WIB
(Baca juga: Doa Setelah Adzan Balasannya Syafa'at dari Nabi )
Sampainya doa kepada orang yang wafat ada pada ketetapan menurut Al-Qur'an, sunnah, dan ijma. Dalam Al-Qur'an disebutkan:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Mahapenyantun, Mahapenyayang.” (QS Al-Hasyr: 10).
Meski tidak ada contoh langsung Rasulullah mendoakan dengan Al-Fatihah tetapi bukan berarti melakukannya bukan tindakan yang sia-sia.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan adapun doa dan bersedekah, maka keduanya telah disepakati (ijma) akan sampai kepadanya (mayit), dan keduanya memiliki dasar dalam nash syariat.
Do'a
Ketika seorang muslim meninggal, baik laki-laki maupun perempuan, kita hendaknya berbicara yang baik dan mendoakannya.
Dalam hadis yang tercantum dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi: Dari Ummu Salamah r.a. , ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan." (HR Muslim)
Adapun doa ketika ada orang yang meninggal di antaranya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً
Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah
Artinya
"Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik."
Dalam membacanya, jika ingin disesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca "wa la hu" bila yang meninggal adalah laki-laki, dan "wa la ha" bila yang meninggal adalah perempuan.
Sampainya doa kepada orang yang wafat ada pada ketetapan menurut Al-Qur'an, sunnah, dan ijma. Dalam Al-Qur'an disebutkan:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Mahapenyantun, Mahapenyayang.” (QS Al-Hasyr: 10).
Meski tidak ada contoh langsung Rasulullah mendoakan dengan Al-Fatihah tetapi bukan berarti melakukannya bukan tindakan yang sia-sia.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan adapun doa dan bersedekah, maka keduanya telah disepakati (ijma) akan sampai kepadanya (mayit), dan keduanya memiliki dasar dalam nash syariat.
Do'a
Ketika seorang muslim meninggal, baik laki-laki maupun perempuan, kita hendaknya berbicara yang baik dan mendoakannya.
Dalam hadis yang tercantum dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi: Dari Ummu Salamah r.a. , ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan." (HR Muslim)
Adapun doa ketika ada orang yang meninggal di antaranya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً
Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah
Artinya
"Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik."
Dalam membacanya, jika ingin disesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca "wa la hu" bila yang meninggal adalah laki-laki, dan "wa la ha" bila yang meninggal adalah perempuan.
Lihat Juga :