Sehari Tanpa Bershalawat, Muslimin Pasti Merugi

Jum'at, 11 Desember 2020 - 18:34 WIB
Siapa yang bershalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dalam salat wajibnya ataupun di tempat-tempat lainnya, maka ia sedang menjawab seruan Allah Taala. Foto istimewa
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam merupakan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sendiri dan juga merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Anjuran membaca shalawat Nabi ditegaskan dalam Al Qur'an dan hadis. Shalawat juga sebagai pemenuhan perintah dari Allah Ta'ala dan kasih sayang dan pujian kita terhadap Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

(Baca juga : Saat Berolahraga pun, Aurat Perempuan Harus Tertutup )

Anjuran bershalawat kepada Nabi dapat kita lihat dari surat Al Ahzab ayat 56.

Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS.Al-Ahzab:56).

(Baca juga : Sifat Malu yang Sangat Dicintai Allah Ta'ala )

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam. (HR. An-Nasa’i Al-Hakim).

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam juga menegaskan kita untuk bershalawat kepadanya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Ibnu Mas’ud ra. Beliau bersabda “Manusia yang paling patut berkumpul denganku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”

(Baca juga : Fadhilah Doa Terkait dengan Kelahiran Anak )

Jadi, pada hakikatnya shalawat adalah amal kebaikan untuk sarana atau wasilah bersilaturahmi dengan Rasulullah.

Dengan kita bershalawat maka kita mendapatkan balasan salam atau doa keselamatan dari Rasulullah dengan maqamnya (manzilah, kedudukan, derajat) di sisi Allah.

Shalawat adalah panggilan Allah kepada hamba-hamba yang telah dimuliakan dengan Iman. Shalawat kepada Nabi adalah wujud kepatuhan kita kepada Allah dalam menunaikan salah satu hak Rasulullah. Siapa yang bershalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dalam salat wajibnya ataupun di tempat-tempat lainnya, maka ia sedang menjawab seruan Allah Ta'ala.

(Baca juga : Bukan di Indonesia, Senin Pekan Depan Akan Ada Gerhana Matahari Total )

Shalawat adalah satu-satunya perintah yang dicontohkan oleh Allah bersama para Malaikat sebelum diwajibkan bagi hamba-hamba-Nya.

Adapun faedah dan keutamaan Shalawat yang didapatkan oleh orang yang melantunkannya, menurut berbagai riwayat adalah

1. Shalawat mendekatkan seseorang dengan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam.

2. Shalawat menambah tabungan kebaikan.

3. Shalawat adalah termasuk amal terbaik yang dicintai Allah Ta'ala.

(Baca juga : Konglomerasi Timur Tengah Tertarik Bisnis Rumah Murah di Indonesia )

4. Shalawat memberatkan timbangan amal.

5. Shalawat merontokkan dosa-dosa.

6. Shalawat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Allah Ta'ala erfirman :

هُوَ ٱلَّذِي يُصَلِّي عَلَيۡكُمۡ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمٗا*

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS.Al-Ahzab:43)*_

7. Bershalawat dapat mengangkat penyakit kemunafikan.

8. Shalawat mengusir gangguan dan bisikan setan.

9. Shalawat mendatangkan kecintaan Allah.

(Baca juga : 6 Laskar FPI Ditembak Mati, Amien Rais: Penguasa, Kekuasaan Itu Ada Limitnya )

10. Shalawat mendatangkan syafaat di Hari Kiamat.

11. Shalawat adalah syarat terkabulnya doa.

12. Shalawat mengantarkan seseorang meraih hajat dan keperluannya.

13. Setiap Shalawat yang dibaca akan mendapat jawaban dari Baginda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam.

Dengan banyak manfaat dan keberkahan shalawat, maka setiap muslim pasti akan merugi jika meninggalkan shalawat dalam hari-harinya. Karena itu, mari kita perbanyak Shalawat kepada Baginda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dan keluarga sucinya setiap hari.

(Baca juga : Hizbullah: Terdakwa Kasus Ledakan Beirut adalah Target Politik )

Membaca shalawat menjadi wajib hukumnya ketika kita mendengar seseorang menyebut nama Rasulullah, dan ketika Tasyahud Akhir saat salat.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Orang yang disebut namaku di sisinya tapi ia tidak mau bershalawat kepadaku, itulah manusia yang paling bakil.” (HR Imam Turmudzi).

Wallahu 'Alam
(wid)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
وَلِسُلَيۡمٰنَ الرِّيۡحَ غُدُوُّهَا شَهۡرٌ وَّرَوَاحُهَا شَهۡرٌۚ وَ اَسَلۡنَا لَهٗ عَيۡنَ الۡقِطۡرِؕ وَمِنَ الۡجِنِّ مَنۡ يَّعۡمَلُ بَيۡنَ يَدَيۡهِ بِاِذۡنِ رَبِّهِؕ وَمَنۡ يَّزِغۡ مِنۡهُمۡ عَنۡ اَمۡرِنَا نُذِقۡهُ مِنۡ عَذَابِ السَّعِيۡرِ
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

(QS. Saba Ayat 12)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More