Sifat Malu yang Sangat Dicintai Allah Ta'ala

loading...
Sifat Malu yang Sangat Dicintai Allah Taala
Sebab hilangnya rasa malu inilah yang menyebabkan banyaknya perempuan yang menghias dirinya dengan berlebihan ketika keluar rumah. Foto ilustrasi/ist
Perhiasan merupakan sesuatu yang sangat disukai kaum perempuan. Bahkan untuk mempercantik dirinya, banyak perhiasan yang dipakai mereka dalam penampilan fisiknya tersebut.

Perhiasan memang merupakan bagian dari sifat-sifat perempuan. Secara syariat pun perhiasan adalah halal dipakai kaum Hawa ini. Namun ternyata ada perhiasan atau mahkota terindah yang layak disematkan untuk kaum perempuan ini. Perhiasan terindah dari semua perhiasan wanita itu adalah "rasa malu'.

(Baca juga : Fadhilah Doa Terkait dengan Kelahiran Anak )

Islam menggambarkan wajah yang dihiasi dengan rasa malu bagaikan permata yang tersimpan dalam sebuah bejana bening. Tidak ada seorang pun yang memakai perhiasan lebih indah dan memukau daripada perhiasan rasa malu.

Anas bin Malik Rhadiyallahu'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah yang berkata :

"Tidak ada sifat keji yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan memperburuknya. Tidak ada rasa malu yang melekat pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya".

(Baca juga : Mengatasi Problem Rumah Tangga dengan Tuntunan Rasulullah )

Rasa malu adalah sifat yang mulia. Rasa malu, seluruhnya adalah kebaikan. Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam merupakan profil yang menjadi panutan dan tauladan dalam perihal rasa malu. Bahkan sampai disebutkan bahwa beliau lebih pemalu dari gadis pingitan yang berada dalam kamarnya. Rasa malu adalah akhlak yang mulia, akhlak yang dimiliki oleh orang-orang yang baik.

Setiap orang yang memiliki rasa malu niscaya akan tercegah dari perkara-perkara yang buruk dan jelek yang dimurka oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya serta dibenci oleh manusia. Rasa malu itu lahir karena seseorang merasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu bisa tewujud karena mengenal Dzat Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat Nya yang Maha Mulia dan Agung.

(Baca juga : Taubat Sebagai Jalan Keluar Masalah )
halaman ke-1
cover top ayah
كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti berbuat demikian niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, ke dalam neraka.

(QS. Al-'Alaq:15)
cover bottom ayah
preload video