Kisah Mengharukan, Begini Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Jelang Ajalnya (3)
Sabtu, 12 Desember 2020 - 07:30 WIB
(Baca Juga: Mengapa Takut Mati? Quraish Shihab Bilang Mati Itu Lezat dan Nikmat)
Pada saat-saat kematian menghampiri Salman Al-Farisi , beliau menangis. Seseorang bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Salman menjawab, "Aku menangis bukan karena rasa berat hati meninggalkan dunia ini. Sebab, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa Aalihi wa shahbihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita bahwa bekal kita dari dunia ini harus cuma sekadar bekal seorang pengembara." Sepeninggal Salman, harta yang ditinggalkannya dihitung, dan ternyata jumlahnya hanya sepuluh dirham lebih sedikit saja.
Ketika ajal Bilal bin Rabah telah dekat, istrinya menangis, "Aduh, malang nian!" Bilal menyanggah, "Jangan mengeluh seperti itu. Tetapi katakanlah: "Aduh, bahagianya." Sebab, besok aku akan segera bertemu dengan orang-orang yang aku cintai, yakni Muhammad dan para sahabatnya."
Diriwayatkan bahwa menjelang ajalnya, Abdullah bin Mubarak membuka matanya. Ia tersenyum, lalu membaca ayat: "Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja."
Saat merasa ajal kematiannya hampir tiba, Ibrahim an-Nakh'i menangis. Seorang temannya bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Ia menjawab, "Aku sedang menunggu utusan dari Allah yang akan mengabariku, apakah aku akan masuk surga atau neraka."
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 2)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
Pada saat-saat kematian menghampiri Salman Al-Farisi , beliau menangis. Seseorang bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Salman menjawab, "Aku menangis bukan karena rasa berat hati meninggalkan dunia ini. Sebab, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa Aalihi wa shahbihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita bahwa bekal kita dari dunia ini harus cuma sekadar bekal seorang pengembara." Sepeninggal Salman, harta yang ditinggalkannya dihitung, dan ternyata jumlahnya hanya sepuluh dirham lebih sedikit saja.
Ketika ajal Bilal bin Rabah telah dekat, istrinya menangis, "Aduh, malang nian!" Bilal menyanggah, "Jangan mengeluh seperti itu. Tetapi katakanlah: "Aduh, bahagianya." Sebab, besok aku akan segera bertemu dengan orang-orang yang aku cintai, yakni Muhammad dan para sahabatnya."
Diriwayatkan bahwa menjelang ajalnya, Abdullah bin Mubarak membuka matanya. Ia tersenyum, lalu membaca ayat: "Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja."
Saat merasa ajal kematiannya hampir tiba, Ibrahim an-Nakh'i menangis. Seorang temannya bertanya, "Kenapa engkau menangis?" Ia menjawab, "Aku sedang menunggu utusan dari Allah yang akan mengabariku, apakah aku akan masuk surga atau neraka."
[Baca Juga: Ucapan Para Khalifah dan Orang Saleh Menjelang Ajalnya (Bagian 2)]
(Bersambung)!
Sumber:
Dibalik Tabir Kematian karya Imam Al-Ghazali
(rhs)
Lihat Juga :