Dahsyatnya Surah Al-Fatihah Ayat 5, Simak Tausiyah Syaikh Fikri Thoriq Ini

Senin, 28 Desember 2020 - 07:05 WIB
Yang namanya hamba sahaya itu harus mengikuti keinginan tuannya. Apalagi kita ini hamba-Nya Allah, pencipta kita. Allah yang memberi rezeki, maka kita harus kita mengikuti keinginan-Nya, bukan keinginan kita.

"Saya dihidupkan hari ini kira-kira apa yang diinginkan Allah? Berarti saya harus bangun sebelum Subuh, harus Shalat Tahajjud, harus shalat subuh, harus membaca wirid. Kalau kamu sudah menjadi hamba, apapun yang diinginkan akan dikabul," terang Syaikh Fikri.

2. Alat

Allah Ta'ala ingin memberikan ilmu kepadamu bisa saja menggunakan alat seorang ustaz atau Dai. Allah ingin membantu orang yang faqir bisa saja lewat kita. Kita mengeluarkan uang untuk orang fakir untuk menyampaikan amanah.

3. Tumbuhan yang Harum

Ada ulama menyimpulkan makna اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ dengan tiga makna yaitu:

Hanya kepada-Mulah ya Allaah kami menyembah, mengabdi dan melakukan perintah-Mu atas seizin-Mu, dan kami ikhlas ridha dijadikan alat-Mu, dan kami berusaha menciptakan suasana yang harum di sekitar kami dengan akhlak kami.

"Antum kalau udah mengamalkan iyyaka na'budu akan diberi kemuliaan tidak akan lagi merengek di hadapan manusia. Tidak akan lagi merendahkan diri di hadapan manusia. Gak akan lagi berkata kalau mau senang cari yang kaya," kata Syaikh Fikri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman: "Aku membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta. Apabila hamba-Ku membaca "Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin", Allah berfirman: "Hamba-Ku memuji-Ku."

Apabila hamba-Ku membaca, "Ar-rahmanir Rahiim", Allah berfirman: "Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku."

Apabila hamba-Ku membaca "Maaliki Yaumiddiin", Allah berfirman: "Hamba-Ku mengagungkan-Ku." Dalam riwayat lain, Allah berfirman: "Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!