12 Dalil Berdoa dengan Tawassul (Bagian 5)
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:19 WIB
10. Hadis Riwayat Imam Al-Baihaqi
Bahwasanya kemarau menimpa manusia pada zaman Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Sahabat Nabi yang utama bernama Bilal bin Harits datang ke makam Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di Madinah dan berziarah kepada beliau. Pada ketika itu ia berkata: "Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk ummat engkau karena mereka hampir binasa. Maka datang Rasulullah kepadanya (dalam mimpi) mengabarkan bahwa hujau akan turun." (Hadis diriwayatkan Imam Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih).
Dalam hadis in dapat diambil kesimpulan, seorang sahabat Nabi Bilal bin Harits datang ziarah ke makam Nabi dan memohon kepada Nabi supaya beliau meminta dan memohonkan hujan kepada Allah. Ini merupakan dalil kebolehan berziarah dan bertawassul dengan orang yang sudah wafat.
Kemudian, perbuatan sahabat-sahabat Nabi dapat dicontoh sebagaiman sabda Nabi dalam sebuah hadis: "Sahabatku seperti bintang, siapa saja yang kamu ikut, kamu akan mendapat hidayah." Hadis ini walaupun ada yang mengatakan lemah, tetapi maksudnya benar.
[Baca Juga: 12 Dalil Berdoa dengan Tawassul (Bagian 4)]
Sumber:
KH Siradjuddin Abbas, 40 Masalah Agama Jilid 1 Cetakan ke-33, Penerbit Pustaka Tarbiyah Jakarta 2003
Wallahu A'lam
Bahwasanya kemarau menimpa manusia pada zaman Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Sahabat Nabi yang utama bernama Bilal bin Harits datang ke makam Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di Madinah dan berziarah kepada beliau. Pada ketika itu ia berkata: "Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk ummat engkau karena mereka hampir binasa. Maka datang Rasulullah kepadanya (dalam mimpi) mengabarkan bahwa hujau akan turun." (Hadis diriwayatkan Imam Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih).
Dalam hadis in dapat diambil kesimpulan, seorang sahabat Nabi Bilal bin Harits datang ziarah ke makam Nabi dan memohon kepada Nabi supaya beliau meminta dan memohonkan hujan kepada Allah. Ini merupakan dalil kebolehan berziarah dan bertawassul dengan orang yang sudah wafat.
Kemudian, perbuatan sahabat-sahabat Nabi dapat dicontoh sebagaiman sabda Nabi dalam sebuah hadis: "Sahabatku seperti bintang, siapa saja yang kamu ikut, kamu akan mendapat hidayah." Hadis ini walaupun ada yang mengatakan lemah, tetapi maksudnya benar.
[Baca Juga: 12 Dalil Berdoa dengan Tawassul (Bagian 4)]
Sumber:
KH Siradjuddin Abbas, 40 Masalah Agama Jilid 1 Cetakan ke-33, Penerbit Pustaka Tarbiyah Jakarta 2003
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :