Kisah Redanya Amarah Raden Paku kepada Prabu Menak Sembuyu

Senin, 11 Januari 2021 - 06:26 WIB
Di samping belajar ilmu Tauhid mereka juga mempelajari ilmu Tasawuf dari ulama Iran, Bagdad dan Gujarat yang banyak menetap di negeri Pasai.

Ilmu yang dipelajari itu berpengaruh dan menjiwai kehidupan Raden Paku dalam prilakunya sehari-hari sehingga kentara benar bila ia mempunyai ilmu tingkat tinggi, ilmu yang sebenarnya hanya pantas dimiliki ulama yang berusia lanjut dan berpengalaman.

Guru-gurunya kemudian memberinya gelar Syakh Maulana A’inul Yaqin. Setelah tiga tahun berada di Pasai, dan masa belajar itu sudah dianggap cukup oleh Syaikh Maulana Ishak, kedua pemuda itu diperintahkan kembali ke Tanah Jawa.

Baca juga: Kisah Sunan Ampel (1): Dari Champa Menuju Majapahit Ajarkan Falsafah Molimo

Oleh ayahnya, Raden Paku diberi sebuah bungkusan putih berisi tanah. “Kelak, bila tiba masanya dirikanlah Pesantren di Gresik, carilah tanah yang sama betul dengan tanah dalam bungkusan ini, di situlah kau membangun Pesantren,” demikian sang ayah.

Kedua pemuda itu kembali ke Surabaya. Melaporkan segala pengalamannya kepada Sunan Ampel. Sunan Ampel memerintah Makdum Ibrahim berdakwah di daerah Tuban. Sedang Raden Paku diperintah pulang ke Gresik kembali ibu angkatnya yaitu Nyai Ageng Pinatih.

“Tiba masanya bagimu untuk berbakti kepada Nyai Ageng Pinatih,” kata Sunan Ampel. “Walau dia bukan ibu kandungmu tapi dialah yang membesarkan dan merawatmu sejak kecil. Bantulah dagangan ibumu sambil berdakwah. Orang-orang pendahulu kita juga melakukan dakwah sambil berdagang.”

Demikianlah, Raden Makdum Ibrahim berdakwah di Tuban dengan menggunakan gamelan untuk menarik masa maka akhirnya dia dikenal sebagai Sunan Bonang. Sesuai dengan nama gamelan yang sering di gunakan melantunkan lagu-lagu atau tembang keagamaan. (Baca juga: Musik sebagai Alat Dakwah Syaikh Maulana Makdum Ibrahim (2)

Sedangkan Raden Paku kembali ke Gresik untuk membantu ibu angkatnya dalam mengurus perdagangan antar pulau. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!