Kisah Hikmah : Pakaian Malu Istri Nabi Musa
Rabu, 13 Januari 2021 - 14:42 WIB
Makanan lezat pun kemudian dihidangkan kepada Musa. Namun Nabi Musa menolaknya karena ia tak mengharapkan imbalan apapun dari bantuannya memberi minum ternak. Padahal saat itu, Nabi Musa amat sangat lapar. Beliau pergi dari Mesir tanpa bekal apapun. Selama perjalanan jalan kaki hingga Madyan (wilayah di antara Yordania dan Palestina), sang nabi hanya makan sayur dan dedaunan. Kelelahannya jelas nampak dari penampilan sang nabi Bani Israil tersebut.
Yatsra pun makin kagum dengan sosok pemuda di hadapannya. Ia pun berkata kepada Musa bahwa hidangan tersebut bukanlah upah, melainkan jamuan untuk memuliakan tamu. Nabi Musa pun akhirnya bersedia menyantap jamuan yang dihidangkan.
Setelah bercakap-cakap, ayah Shafura pun kemudian berkata kepada Nabi Musa, “Sesungguhnya aku ingin menikahkanmu dengan salah satu dari kedua putriku ini, atas dasar engkau bersedia bekerja kepadaku selama delapan tahun. Apabila engkau menyempurnakan menjadi sepuluh tahun, itu adalah kebaikan darimu. Aku tidak ingin memberatimu. Dan engkau, insya Allah, akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” (QS. Al Qashash: 27)
Masya Allah, kisah Shafura dan Nabi Musa begitu indah. Nabi Musa menerima tawaran itu dan menikahi Shafura. Selama 10 tahun, Nabi Musa pun tinggal di Negeri Madyan. Keduanya hidup bahagia dan dikaruniai keturunan.
(Baca juga: Nikmatnya Gado-Gado Jawa Timur Bisa Dibuat Sendiri di Rumah )
Pakaian Malu
Dari kisah itu, sangat jelas bahwa Shafura adalah perempuan yang dipuji Allah dengan sifat malu dan selalu menjaga dirinya ('iffah). Shafura menjadikan sifat malu sebagai pakaian yang ia kenakan dan ia berhias dengannya, agar sifat malu menjadi identutas dirinya.
Firman Allah Ta'ala :
فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". (Al-Qhashas-25)
Abu As-Su'ud Rahimahullah berkata tentang makna jalannya wanita di ayat tersebut di tafsirnya," Wanita tersebut berjalan dengan tidak berjingkrak-jingkrak".
(Baca juga: Keluar dari Jepang, Robot Motor Yamaha Berkeliaran di Vietnam )
Ibnu Katsir Rahimahullah berkata menukil dari Umar bin Khaththab RAdhiyallahu-anhu dengan sanad shahihnya yang berkata," Sessungguhnya Shafura menutup wajahnya dengan pakaian karena sangat malu, karena ketika itu menutup wajah tidak diwajibkan kepadanya,".
Dari perkataan pun, Shafura tampil dengan penuh santun, bersih, jelas dan tanpa ragu. Ketika membawa undangan dari ayahnya kepada Musa Alaihissalam, Shafura menyampaikannya dengan bahasa yang sangat singkat, Ia wanita terpercaya dalam menjalankan apa yang diperintahkan ayahnya. Ini bukti bahwa fitrahnya bersih dan pendidikannya lurus.
Shafura juga wanita yang terercaya dan tangguh tidak goyah ketika bertemu Musa As karena ia yakin bahwa dirinya suci bersih. Ia berbicara seperlunya tidak kurang dan tidak berlebihan. Ini juga menunjukkan bahwa pendidikan dirinya betul-betul sempurna dan etikanya bersih.
Wallahu A'lam
Yatsra pun makin kagum dengan sosok pemuda di hadapannya. Ia pun berkata kepada Musa bahwa hidangan tersebut bukanlah upah, melainkan jamuan untuk memuliakan tamu. Nabi Musa pun akhirnya bersedia menyantap jamuan yang dihidangkan.
Setelah bercakap-cakap, ayah Shafura pun kemudian berkata kepada Nabi Musa, “Sesungguhnya aku ingin menikahkanmu dengan salah satu dari kedua putriku ini, atas dasar engkau bersedia bekerja kepadaku selama delapan tahun. Apabila engkau menyempurnakan menjadi sepuluh tahun, itu adalah kebaikan darimu. Aku tidak ingin memberatimu. Dan engkau, insya Allah, akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” (QS. Al Qashash: 27)
Masya Allah, kisah Shafura dan Nabi Musa begitu indah. Nabi Musa menerima tawaran itu dan menikahi Shafura. Selama 10 tahun, Nabi Musa pun tinggal di Negeri Madyan. Keduanya hidup bahagia dan dikaruniai keturunan.
(Baca juga: Nikmatnya Gado-Gado Jawa Timur Bisa Dibuat Sendiri di Rumah )
Pakaian Malu
Dari kisah itu, sangat jelas bahwa Shafura adalah perempuan yang dipuji Allah dengan sifat malu dan selalu menjaga dirinya ('iffah). Shafura menjadikan sifat malu sebagai pakaian yang ia kenakan dan ia berhias dengannya, agar sifat malu menjadi identutas dirinya.
Firman Allah Ta'ala :
فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". (Al-Qhashas-25)
Abu As-Su'ud Rahimahullah berkata tentang makna jalannya wanita di ayat tersebut di tafsirnya," Wanita tersebut berjalan dengan tidak berjingkrak-jingkrak".
(Baca juga: Keluar dari Jepang, Robot Motor Yamaha Berkeliaran di Vietnam )
Ibnu Katsir Rahimahullah berkata menukil dari Umar bin Khaththab RAdhiyallahu-anhu dengan sanad shahihnya yang berkata," Sessungguhnya Shafura menutup wajahnya dengan pakaian karena sangat malu, karena ketika itu menutup wajah tidak diwajibkan kepadanya,".
Dari perkataan pun, Shafura tampil dengan penuh santun, bersih, jelas dan tanpa ragu. Ketika membawa undangan dari ayahnya kepada Musa Alaihissalam, Shafura menyampaikannya dengan bahasa yang sangat singkat, Ia wanita terpercaya dalam menjalankan apa yang diperintahkan ayahnya. Ini bukti bahwa fitrahnya bersih dan pendidikannya lurus.
Shafura juga wanita yang terercaya dan tangguh tidak goyah ketika bertemu Musa As karena ia yakin bahwa dirinya suci bersih. Ia berbicara seperlunya tidak kurang dan tidak berlebihan. Ini juga menunjukkan bahwa pendidikan dirinya betul-betul sempurna dan etikanya bersih.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :