Perempuan yang Namanya Diabadikan dalam Al-Quran, Siapa Saja Mereka?

Selasa, 02 Februari 2021 - 20:06 WIB
Di era Fir'aun ada Umm-e-Musa, Ibu Nabi Musa AS. Fir’aun memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki Yahudi di Negeri itu. Ibu Nabi Musa AS disapa oleh Allah SWT melalui ‘Wahi’ (pesan langsung dari Allah SWT). Dia diperintahkan untuk memiliki iman dan melemparkannya ke sungai sehingga Nabi Musa AS dapat hidup.

“Dan kamu ilhamkan kepada Ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya (salah seorang) dari pada Rasul.” (Surat Al-Qasas Ayat 7)

Kita mengetahui kisah istri Fir'aun, yang dapat mencegah Fir'aun dalam niatnya untuk membunuh Nabi Musa AS, Sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT:

"Dan berkatalah istri Fir'aun, '(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS Al-Qashash: 9).

Kita simak kisah di mana ada dua wanita di kota Madyan, keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir, yang diberi air minum oleh Nabi Musa AS . Kemudian kedua wanita tersebut mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan kepada Nabi Musa AS karena beliau memiliki amanat (dapat dipercaya) dan fisiknya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam firman Allah SWT.:

"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, 'Wahai Bapakku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja (kepada kita), karena sesungguhnya orang yang terbaik, yang kamu ambil untuk bekerja (kepada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya'." (QS Al-Qashash: 26).

Baca juga: Kisah Hikmah : Pakaian Malu Istri Nabi Musa


Kita simak lagi kisah ratu Balqis di negeri Yaman, yang terkenal adil dan memiliki jiwa demokrasi. Ratu ini setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman AS yang isinya seruan untuk taat kepada Allah dan menyembah kepada-Nya, lalu dia meminta pendapat kepada kaumnya dan bermusyawarah untuk mengambil sebuah putusan bersama.

Firman Allah SWT:

"Berkata dia (Balqis), 'Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).'
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!