Dahsyatnya Doa Orang yang Didzalimi
Rabu, 17 Februari 2021 - 15:41 WIB
Hati-hati terhadap doa orang shalih yang didzalimi, karena Allah Taala akan mengijabahnya secara langsung dan orang yang mendzaliminya akan kena azab. Foto ilustrasi/ist
Kisah ini banyak hikmah yang dapat kita petik, yakni mengenai kejahatan dan dampak buruk dari sebuah fitnah. Bukan hanya merugikan orang lain yang kita fitnah saja, melainkan tentu bagi diri kita sendiri karena akan mendapat azab dari Allah.
Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah 6 Hak Muslim Terhadap Muslim Lainya
Dalam hadis riwayat Bukhari , kisah ini diceritakan secara lengkap. Yakni tentang salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang sangat istimewa dan terkenal dengan kesalehannya. Ia adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, sahabat Nabi yang pertama kali memutuskan untuk memeluk agama Islam, selain itu ia juga tercatat sebagai sahabat yang meninggal dunia paling terakhir.
Kesalehannya sudah terbukti, bahkan Nabi Muhammad menyebut bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash termasuk salah satu ahli surga . Maka tidak heran saat dirinya dijuluki sebagai mujâbud da`wah, orang yang doanya selalu dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Rasulullah sebelumnya juga pernah berdoa kepada Allah, “Ya Allah Azza wa Jalla kabulkanlah doanya (Sa`d) jika dia berdoa."
Baca juga: Ciri Ujian Disayang Allah, Inilah Tanda-tandanya
Salah satu kejadian yang membuktikan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash adalah seorang mujabud da’wah, adalah saat dirinya sedang mendapatkan fitnah.
Dikisahkan, pada saat itu Khalifah Umar bin Khattab mengangkat Sa’ad menjadi gubernur di Kufah. Namun tidak berapa lama setelah dirinya memegang jabatan sebagai gubernur, terdapat keluhan dari masyarakat yang dilaporkan kepada Khalifah Umar. Warga tersebut mengatakan bahwa Sa’ad tidak bagus menjadi imam yang memimpin sholat (terdapat riwayat lain yang bercerita bahwa yang dikeluhkan adalah segala hal dari kepemimpinan Sa’ad).
Baca juga: Malas Beribadah dan Tips Melawannya
Khalifah Umar pun menarik Sa’ad ke Madinah untuk menemuinya. Sesampainya di Madinah, Khalifah Umar langsung berkata, “Wahai Abu Ishâk (panggilan Sa’ad), sesungguhnya penduduk Kufah menganggap engkau tidak bagus dalam shalatmu.”
Sa’ad bin Abi Waqqash pun kemudian menjawab, “Adapun aku, demi Allah Azza wa Jalla aku shalat dengan mereka, sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tidak pernah menguranginya sedikitpun. Aku mengerjakan sholat Isya, aku panjangkan pada rakaat awalnya dan aku pendekkan pada rakaat akhirnya.”
Baca juga: Sering Diabaikan, Inilah 6 Hak Muslim Terhadap Muslim Lainya
Dalam hadis riwayat Bukhari , kisah ini diceritakan secara lengkap. Yakni tentang salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang sangat istimewa dan terkenal dengan kesalehannya. Ia adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, sahabat Nabi yang pertama kali memutuskan untuk memeluk agama Islam, selain itu ia juga tercatat sebagai sahabat yang meninggal dunia paling terakhir.
Kesalehannya sudah terbukti, bahkan Nabi Muhammad menyebut bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash termasuk salah satu ahli surga . Maka tidak heran saat dirinya dijuluki sebagai mujâbud da`wah, orang yang doanya selalu dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Rasulullah sebelumnya juga pernah berdoa kepada Allah, “Ya Allah Azza wa Jalla kabulkanlah doanya (Sa`d) jika dia berdoa."
Baca juga: Ciri Ujian Disayang Allah, Inilah Tanda-tandanya
Salah satu kejadian yang membuktikan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash adalah seorang mujabud da’wah, adalah saat dirinya sedang mendapatkan fitnah.
Dikisahkan, pada saat itu Khalifah Umar bin Khattab mengangkat Sa’ad menjadi gubernur di Kufah. Namun tidak berapa lama setelah dirinya memegang jabatan sebagai gubernur, terdapat keluhan dari masyarakat yang dilaporkan kepada Khalifah Umar. Warga tersebut mengatakan bahwa Sa’ad tidak bagus menjadi imam yang memimpin sholat (terdapat riwayat lain yang bercerita bahwa yang dikeluhkan adalah segala hal dari kepemimpinan Sa’ad).
Baca juga: Malas Beribadah dan Tips Melawannya
Khalifah Umar pun menarik Sa’ad ke Madinah untuk menemuinya. Sesampainya di Madinah, Khalifah Umar langsung berkata, “Wahai Abu Ishâk (panggilan Sa’ad), sesungguhnya penduduk Kufah menganggap engkau tidak bagus dalam shalatmu.”
Sa’ad bin Abi Waqqash pun kemudian menjawab, “Adapun aku, demi Allah Azza wa Jalla aku shalat dengan mereka, sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tidak pernah menguranginya sedikitpun. Aku mengerjakan sholat Isya, aku panjangkan pada rakaat awalnya dan aku pendekkan pada rakaat akhirnya.”
Lihat Juga :