KIsah Penuh Ibrah: Usia Lanjut Nikahi Gadis Belia, Wafat Saat Jima'

Jum'at, 05 Maret 2021 - 16:16 WIB
Ilustrasi/Ist
SUWAID bin Ghaflah adalah seorang tabi’in yang dikaruniai umur panjang sekaligus semangat dalam menjalankan ibadah. Al Walid bin Ali mengisahkan dari ayahnya,”Suwaid bin Ghaflah mengimami kami qiyam di bulan Ramadhan, sedangkan beliau waktu itu berumur 120 tahun”.

Baca juga: Kisah Menarik Penuh Ibrah: Alangkah Berharganya Wajah Wanita


Ashim bin Kulaib menuturkan, Suwaid bin Ghaflah menikahi seorang gadis muda padahal umurnya sudah mencapai 116 tahun. Beliau wafat pada umur 128 tahun pada tahun 81 H. (Lihat Shifat As Shafwah, 3/23 juga Siyar A’lamin Nubala’ oleh adz-Dzahabi 4/72)

Sementara Abu Bakar al-Isma’ili mengisahkan, tatkala Muhammad bin Uqbah asy-Syaibani (salah seorang ulama Kufah) menginjak usia lanjut, dia mengatakan kepada anak-anaknya pada suatu malam, "Aku menginginkan seorang istri malam ini!"

Anak-anaknya mengatakan, "Kalau begitu, besok kita akan menikahkan ayahanda."

Namun, sang ayah yang dalam kondisi lemah dan hanya bisa tinggal di rumah saja, itu mendesak untuk menikah secepatnya.

Sebagian anaknya mengatakan kepada lainnya, "Ayah kita sudah lanjut usia, akalnya seperti sudah tidak beres lagi, tidak ada pilihan bagi kita kecuali mewujudkan keinginannya."

Baca juga: Kisah Dusta? Ali bin Abu Thalib Duel dengan Jin di Sebuah Sumur

Akhirnya mereka pun menikahkannya dengan gadis dari kabilah mereka. Si istri kemudian mandi, berdandan, mengenakan minyak wangi, dan memakai gaun baru lalu tidur bersama Muhammad bin Uqbah.

Tiba-tiba ketika tengah malam, istrinya berteriak keras seraya mengatakan, "Ambilah ayah kalian."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!