Ketika Maimunah Binti Harits Cemburu Pada Agama Allah
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:23 WIB
loading...
Ummul Mukminin Maimunah sangat dihormati oleh istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lainnya, karena beliau adalah pribadi muslimah yang tegas dan taat dalam soal keimanan dan agama Allah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kecintaan Maimunah binti Al Harits terhadap Islam, tidak diragukan lagi. Sebagai salah satu Ummul Mukminin , Maimunah betul-betul tegas bila menyangkut soal agama Allah . Di dalam Siyar A’lam an-Nubala’, karya adz-Dzahabi disebutkan bahwa suatu ketika salah seorang kerabat Maimunah masuk ke tempatnya.
Baca juga : 4 Doa Pembuka Majelis yang Bisa Diamalkan dengan Mudah
Maimunah mencium bau minuman (dari mulutnya), dia berkata, “Jika kamu tidak keluar menemui kaum Muslimin agar mereka mencambukmu, jangan sekali-kali kamu masuk ke rumahku.”
Dalam hal ini, Maimunah menegaskan bahwa jika kerabatnya itu tidak segera meninggalkan perbuatan maksiatnya dan menemui kaum Muslimin agar dikenai hukuman (yaitu dicambuk), maka dia tidak akan dianggap sebagai saudaranya lagi.
Baca juga: Tabungan Amal yang Pahalanya Tak Pernah Putus
Sikap ini muncul dari kecemburuannya terhadap agama Allah azza wa jalla dan ketegasannya dalam mengingkari kemungkaran, dan segera setelah terjadinya kemungkaran itu tanpa basa-basi lagi.
Dalam kejadian ini, ada suri tauladan bagi para muslimah yang beriman, dalam beramar ma’ruf dan nahi munkar sebagai pengamalan terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah, Maimunah binti Harits telah menunjukkannya dengan baik.
Baca juga: Bolehkah Busana Muslimah Berwarna Selain Hitam?
Kemuliaan Maimunah binti al Harits
Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits dihormati oleh istri-istri yang lain. Karena ia adalah saudari dari Ummul Fadhl, istri paman nabi, al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu. Kemudian bibi dari Khalid bin al-Walid. Dan juga bibi Abdullah bin Abbas.
Baca juga : 4 Doa Pembuka Majelis yang Bisa Diamalkan dengan Mudah
Maimunah mencium bau minuman (dari mulutnya), dia berkata, “Jika kamu tidak keluar menemui kaum Muslimin agar mereka mencambukmu, jangan sekali-kali kamu masuk ke rumahku.”
Dalam hal ini, Maimunah menegaskan bahwa jika kerabatnya itu tidak segera meninggalkan perbuatan maksiatnya dan menemui kaum Muslimin agar dikenai hukuman (yaitu dicambuk), maka dia tidak akan dianggap sebagai saudaranya lagi.
Baca juga: Tabungan Amal yang Pahalanya Tak Pernah Putus
Sikap ini muncul dari kecemburuannya terhadap agama Allah azza wa jalla dan ketegasannya dalam mengingkari kemungkaran, dan segera setelah terjadinya kemungkaran itu tanpa basa-basi lagi.
Dalam kejadian ini, ada suri tauladan bagi para muslimah yang beriman, dalam beramar ma’ruf dan nahi munkar sebagai pengamalan terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah, Maimunah binti Harits telah menunjukkannya dengan baik.
Baca juga: Bolehkah Busana Muslimah Berwarna Selain Hitam?
Kemuliaan Maimunah binti al Harits
Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits dihormati oleh istri-istri yang lain. Karena ia adalah saudari dari Ummul Fadhl, istri paman nabi, al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu. Kemudian bibi dari Khalid bin al-Walid. Dan juga bibi Abdullah bin Abbas.
Lihat Juga :