Noordjannah: Aisyiyah Meluaskan Manfaatnya Dalam Masa Pandemi
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:05 WIB
Masa krisis pandemi yang mengakibatkan diliburkannya berbagai sekolah tak urung membuat PP ‘Aisyiyah membuat program sapa guru untuk meringankan beban para pendidik di TK/PAUD ‘Aisyiyah yang tersebar di seluruh Indonesia sekaligus wujud terimakasih atas kiprah mereka.
Baca juga: Tuntunan Lengkap Muhammadiyah Tentang Ibadah Dalam Kondisi Darurat
Dengan suara yang bergetar, Noordjannah terharu atas perjuangan yang telah diberikan para pengajar TK/PAUD ‘Aisyiyah selama ini.
“Mereka serempak mendapatkan apresiasi. Mereka kebanyakan adalah relawan, berkhidmat karena ingin mendidik anak-anak kita agar kokoh imannya dan juga berkemajuan. Semangatnya luar biasa bukan ingin mendapatkan penghargaan materi tapi mereka dengan jerih payah keikhlasannya bersedia dan ikhlas berjibaku mendidik anak-anak kita,” urai Noordjannah.
“Kami menyampaikan kesyukuran pada banyak pihak yang telah mendukung baik dari persyarikatan dengan seluruh komponen amal usahanya dan berbagai pihak pemerintah yang begitu akrab menjalankan tugas-tugas kemanusiaan (bersama ‘Aisyiyah),” ucapnya.
Baca Juga: Haedar Nashir: Lawan Corona Sebagai Panggilan Dakwah dan Tajdid
Tanggal 19 Mei 2020 organisasi perempuan berkemajuan terbesar di dunia, 'Aisyiyah tepat berusia 103 tahun. Organisasi ini didirikan pada tahun 1917 yang dipelopori oleh Nyai Siti Walidah (istri KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah).
Salah satu yang melatarbelakangi berdirinya 'Aisyyah adalah karena kondisi yang memprihatinkan terkait dengan posisi dan peran perempuan yang menempatkan perempuan sebagai konco wingking (teman untuk urusan rumah tangga saja). Kondisi ini menjadikan sumber kebodohan dan ketertinggalan. Seperti yang dikutip Haidar Nashir, menurut Junus Anis peran Nyai KH Ahmad Dahlan (Siti Walidah) sejak berdirinya Aisyiyah sebagai pemuka, ulama dan Mubalig Aisyiyah. Baca juga: Muhammadiyah Dorong Lembaga ZIS Bangun Kerja Sama Strategis
Baca juga: Tuntunan Lengkap Muhammadiyah Tentang Ibadah Dalam Kondisi Darurat
Dengan suara yang bergetar, Noordjannah terharu atas perjuangan yang telah diberikan para pengajar TK/PAUD ‘Aisyiyah selama ini.
“Mereka serempak mendapatkan apresiasi. Mereka kebanyakan adalah relawan, berkhidmat karena ingin mendidik anak-anak kita agar kokoh imannya dan juga berkemajuan. Semangatnya luar biasa bukan ingin mendapatkan penghargaan materi tapi mereka dengan jerih payah keikhlasannya bersedia dan ikhlas berjibaku mendidik anak-anak kita,” urai Noordjannah.
“Kami menyampaikan kesyukuran pada banyak pihak yang telah mendukung baik dari persyarikatan dengan seluruh komponen amal usahanya dan berbagai pihak pemerintah yang begitu akrab menjalankan tugas-tugas kemanusiaan (bersama ‘Aisyiyah),” ucapnya.
Baca Juga: Haedar Nashir: Lawan Corona Sebagai Panggilan Dakwah dan Tajdid
Tanggal 19 Mei 2020 organisasi perempuan berkemajuan terbesar di dunia, 'Aisyiyah tepat berusia 103 tahun. Organisasi ini didirikan pada tahun 1917 yang dipelopori oleh Nyai Siti Walidah (istri KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah).
Salah satu yang melatarbelakangi berdirinya 'Aisyyah adalah karena kondisi yang memprihatinkan terkait dengan posisi dan peran perempuan yang menempatkan perempuan sebagai konco wingking (teman untuk urusan rumah tangga saja). Kondisi ini menjadikan sumber kebodohan dan ketertinggalan. Seperti yang dikutip Haidar Nashir, menurut Junus Anis peran Nyai KH Ahmad Dahlan (Siti Walidah) sejak berdirinya Aisyiyah sebagai pemuka, ulama dan Mubalig Aisyiyah. Baca juga: Muhammadiyah Dorong Lembaga ZIS Bangun Kerja Sama Strategis
(mhy)
Lihat Juga :