Pidato Rasulullah Jelang Ramadhan: Rezeki Kaum Mukmin Ditambah

Sabtu, 03 April 2021 - 19:55 WIB
Beberapa keterangan yang disebutkan hadis ini, banyak persamaan yang disebutkan hadis yang lebih sahih.

Baca juga: Kisah Pencuri Bertobat di Zaman Imam Ahmad Bin Hanbal

Imam Ahmad bin Hanbal menyampaikan pernyataan mengenai hadis dhaif:

الْحَدِيْثِ الضَعِيْفُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الرَأْيِ

“Hadits yang dhaif lebih aku cintai dari ra'yu (pendapat akal seseorang).”

Dalam kalimat yang lain, beliau berpendapat:

الْعَمَلُ بِالْحَدِيْثِ الضَّعِيْفِ أَوْلَى مِنَ الْقِيَاسِ

“Beramal dengan hadis yang dhaif lebih utama dari menggunakan qiyas (analogi)”.

Hadis ini dimuat juga dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama terkenal, antara lain: Muhammad Yusuf al-Kandahlawi dalam kitab Hayah al-Shahabah, III/400–401, Imam al-Munzdiri dalam kitab al-Targhib wa al-Tarhib, I/16–17, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Baz dalam kitab Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, XV/44–45. Prof. Hasbi al-Shiddiqi dalam Pedoman Puasa.

Baca juga: Kisah Tobatnya Imam Bisyr Al-Hafi, Guru Imam Ahmad Bin Hanbal
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!