Ajaran Menakjubkan Sayidina Ali di Saat Bertempur
Rabu, 20 Mei 2020 - 17:04 WIB
Mulanya Sayidina Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. "Aku bukan musuhmu", Ali menjawab. "Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak
membunuhmu."
"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang itu bertanya.
"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan". 'Ali menjelaskan kepadanya. "Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk membunuhmu, aku tak boleh."
"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"
"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki Sayyidina Ali dan dia juga diajari dua kalimat syahadat. (Baca juga: Sahabat Nabi Si Kocak Nu’aiman, Bisa Jadi Inspirator Abu Nawas )
Dinukil dari Tasawuf Mendamaikan Dunia oleh Bawa Muhayyaddin
membunuhmu."
"Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang itu bertanya.
"Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan". 'Ali menjelaskan kepadanya. "Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk membunuhmu, aku tak boleh."
"Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?"
"Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam."
Dengan segera orang itu tersungkur di kaki Sayyidina Ali dan dia juga diajari dua kalimat syahadat. (Baca juga: Sahabat Nabi Si Kocak Nu’aiman, Bisa Jadi Inspirator Abu Nawas )
Dinukil dari Tasawuf Mendamaikan Dunia oleh Bawa Muhayyaddin
(mhy)
Lihat Juga :