Penemuan Kota Emas Raja Fir'aun: Al-Qur'an Memang Bukan Fiksi

Minggu, 11 April 2021 - 19:17 WIB
Ilustrasi/Ist
KISAH para Nabi yang digambarkan Al-Qur'an bukanlah fiksi. Kini, para pakar dibuat terpana dengan informasi akurat yang disampaikan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW itu.

Pakar berkeseimpulan bahwa sangat agung dan suci contoh-contoh yang diberikan ayat Al-Quran tentang tubuh Fir’aun . Sebab, penyelidikan dan penemuan modern telah menunjukkan kebenaran dari risalah Al-Quran mengenai sejarah mengenai itu.

Baca juga: Rumus Firaun Bangun Piramida, Bikin Rakyat Menderita?

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf: 111)

Al-Quran telah mendiskripsikan tentang Fir'aun di era Nabi Musa AS secara detail. Firaun yang sombong karena sukses membangun negerinya. Fir'aun yang menolak ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa dan seterusnya.

Baca juga: Temuan Kota Emas dan Pemindahan 22 Mumi Keturunan Firaun

Kota Emas

Kini, fakta terbaru yang berhasil diungkap pakar arkeologi adalah penemuan ' kota emas yang hilang'. Ahli Arkeologi terkenal Mesir, Zahi Hawass menyebut ini merupakan kediaman lagenda Lembah Raja di era kerajaan Fira'un.

Kota ini ditaksir berusia 3.000 tahun yang berasal dari pemerintahan Amenhotep III, dan terus digunakan oleh Tutankhamun dan Ay.

Situs kota yang ditemukan itu diyakini sebagai pemukiman administrasi dan industri terbesar di era itu, yang terletak di tepi barat Luxor.

"Penemuan kota yang hilang ini adalah penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun," kata Betsy Bryan, seorang profesor Egyptology di Universitas Johns Hopkins dan anggota misi arkeologi tersebut, dalam pernyataan, seperti dikutip GulfNews, Jumat (9/4/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!