Suasana Ramadhan di Yerusalem Meriah dengan Dekorasi Warna-warni

Rabu, 14 April 2021 - 04:03 WIB
Di Tepi Barat yang diduduki, Otoritas Palestina mengatakan akan mengizinkan lebih banyak toko buka pada malam hari dan untuk shalat tarawih di masjid, kecuali pada salat Jumat.

Tapi Otoritas Palestina memberlakukan jam malam COVID pada malam hari untuk pergerakan warga antara kota, desa dan kamp pengungsi.

Otoritas Palestina juga melarang restoran mengadakan buka puasa bersama.

Toko yang menjual kue-kue manis membuka pintu mereka kepada pelanggan, namun toko-toko hanya bisa melakukan pengiriman.

Di Gaza, pembeli memenuhi pasar meskipun infeksi harian meningkat tiga kali lipat baru-baru ini.

Kondisi itu memaksa otoritas kesehatan Gaza menutup sekolah, memberlakukan jam malam dan melarang pertemuan besar.

"Tahun ini, kami menjual barang-barang dari Mesir dan China, dan jumlah pengunjung sangat banyak," ungkap pemilik toko Hatem El-Helo saat pengeras suara menggema dengan lagu-lagu Mesir merayakan Ramadhan.

“Orang ingin membawa kegembiraan ke dalam rumah mereka,” ujar pemilik toko itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!