Kesetaraan Perempuan Dalam Islam
Rabu, 21 April 2021 - 10:44 WIB
Perawat menjadi salah satu profesi para perempuan di masa Nabi SAW. Umumnya, mereka bertugas mengobati luka para tentara muslim dan merawat mereka yang sakit pasca peperangan. Selain itu, mereka juga yang bertugas menyediakan serta menyiapkan makanan dan minuman.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Aku selalu berperang bersama Ummu Sulaim dan para perempuan dari Anshar. Jika ia berperang, maka mereka memberikan air dan mengobati orang-orang yang luka. (HR. Muslim)
Baca juga: Poros Islam Terbentuk, Bisa Gandeng Susi atau Gatot
Dari Ummu Athiyyah Al-Anshariyyah, ia berkata, “Aku pernah ikut berperang bersama-sama dengan Rasulullah SAW. sebanyak tujuh kali peperangan, aku tinggal di perkemahan mereka, memasak makanan untuk mereka, mengobati yang luka, dan merawat orang-orang yang sakit.” (HR. Muslim
2. Akademisi dan ulama perempuan
Salah satu pekerjaan atau profesi perempuan di masa Nabi SAW adalah sebagai akademisi atau ulama’ perempuan. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh para istri Nabi SAW yang mengajarkan hadis-hadis Rasulullah kepada para sahabat lainnya. Khususnya hadis-hadis yang berkaitan tentang keluarga dan akhlak-akhlak Rasulullah saat berada di rumah.
Adapun istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang paling banyak meriwayatkan hadis adalah Sayyidah Aisyah radhiyallahu'anha dan Ummu Salamah radhiyallahu'anha.
3. Pembuat kerajinan tangan
Membuat kerajinan tangan pun menjadi salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh para perempuan di masa Nabi SAW. Bahkan istri Nabi SAW, Zainab dikenal memiliki tangan kreatif .
Baca juga: Makin Oleng, Harga Emas Batangan Hari Ini Turun Seceng
Dari Aisyah radhiyallahu'anha ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Di antara kalian yang lebih dahulu bertemu denganku di hari kiamat kelak adalah yang paling panjang lengannya. Aisyah berkata, “Lalu, mereka para istri Rasulullah SAW mengukur tangan siapakah yang paling panjang.” Aisyah berkata, “Ternyata setelah diukur-ukur Zainablah yang paling panjang di antara kami, karena ia sering melakukan pekerjaan dengan tangannya dan bersedekah.” (HR. Muslim)
Raithah istri Abdullah bin Mas’ud juga salah satu perempuan yang membuat kerajinan tangan lalu dijual untuk menghidupi perekonomian keluarganya.
4. Petani
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Aku selalu berperang bersama Ummu Sulaim dan para perempuan dari Anshar. Jika ia berperang, maka mereka memberikan air dan mengobati orang-orang yang luka. (HR. Muslim)
Baca juga: Poros Islam Terbentuk, Bisa Gandeng Susi atau Gatot
Dari Ummu Athiyyah Al-Anshariyyah, ia berkata, “Aku pernah ikut berperang bersama-sama dengan Rasulullah SAW. sebanyak tujuh kali peperangan, aku tinggal di perkemahan mereka, memasak makanan untuk mereka, mengobati yang luka, dan merawat orang-orang yang sakit.” (HR. Muslim
2. Akademisi dan ulama perempuan
Salah satu pekerjaan atau profesi perempuan di masa Nabi SAW adalah sebagai akademisi atau ulama’ perempuan. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh para istri Nabi SAW yang mengajarkan hadis-hadis Rasulullah kepada para sahabat lainnya. Khususnya hadis-hadis yang berkaitan tentang keluarga dan akhlak-akhlak Rasulullah saat berada di rumah.
Adapun istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang paling banyak meriwayatkan hadis adalah Sayyidah Aisyah radhiyallahu'anha dan Ummu Salamah radhiyallahu'anha.
3. Pembuat kerajinan tangan
Membuat kerajinan tangan pun menjadi salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh para perempuan di masa Nabi SAW. Bahkan istri Nabi SAW, Zainab dikenal memiliki tangan kreatif .
Baca juga: Makin Oleng, Harga Emas Batangan Hari Ini Turun Seceng
Dari Aisyah radhiyallahu'anha ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Di antara kalian yang lebih dahulu bertemu denganku di hari kiamat kelak adalah yang paling panjang lengannya. Aisyah berkata, “Lalu, mereka para istri Rasulullah SAW mengukur tangan siapakah yang paling panjang.” Aisyah berkata, “Ternyata setelah diukur-ukur Zainablah yang paling panjang di antara kami, karena ia sering melakukan pekerjaan dengan tangannya dan bersedekah.” (HR. Muslim)
Raithah istri Abdullah bin Mas’ud juga salah satu perempuan yang membuat kerajinan tangan lalu dijual untuk menghidupi perekonomian keluarganya.
4. Petani
Lihat Juga :