Nadirsyah Hosen: Pandemi Buka Peluang untuk Muslim, Sinergikan Agama dan Sains
Minggu, 02 Mei 2021 - 15:46 WIB
Rais Syuriah PCNU Australia-New Zealand Professor Nadirsyah Hosen dalam Pengajian Muslim Indonesia di Canberra Australia, Minggu (02/05/2021). FOTO/IST
JAKARTA - Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Australia-New Zealand Professor Nadirsyah Hosen menegaskan pentingya muslim untuk bangkit dari pandemi . Nadirsyah mengajak semua pihak untuk mengintegrasikan agama dan sains, sebagai cara untuk bangkit dari wabah serta memberi kontribusi penting bagi peradaban.
Demikian pernyataan Nadirsyah dalam Pengajian Muslim Indonesia di Canberra Australia, Minggu (02/05/2021). Nadirsyah juga mengajak kalangan pesantren untuk mengharmoniskan fikih tradisional dengan standar medis dan klinis.
"Di tengah pandemi, saya beberapa kali menyampaikan ke beberapa pihak pesantren, bahwa ukuran dua kulah itu suci, itu secara fikih benar. Tapi apakah secara klinis itu higienis? Apakah itu suci secara klinis? Kan ini harus dikaji," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Ali bin Abu Thalib, Ahli Fiqih Kebanggaan Rasulullah yang Tak Tertandingi
"Bisakah kita menggabungkan, sebagai respons atas pandemi, bahwa syarat secara fikih terpenuhi, tapi secara alam dan lingkungan higienis itu harus terpenuhi. Maka orientasi pengajaran fikihnya itu diperkaya agar menyentuh bidang-bidang lain. Nah, contoh lainnya, kalau ada pas corona tahun lalu itu, yang kena Covid itu adalah mereka yang tidak menjaga wudlunya, misalnya. Nah, ini kan kita repot, dibenturkan antara wudlu dengan protokol kesehatan," kata Nadirsyah, yang alumnus National University of Singapore dan University of Wollongong Australia.
"Padahal, wudlu itu untuk mensucikan dari hadats, bukan dari bakteri. Jadi bahwa ada orang yang jaga wudlunya terus itu baik, secara fikih dan tasawuf itu baik. Nah, kan tidak cukup hanya itu, harus cuci tangan pakai sabun, setelah wudlu pakai hand sanitizer dan yang lain," katanya.
Nadirsyah mengajak kita semua untuk berubah di tengah pandemi, menjadi pribadi yang lebih baik. "Kalau pandemi ini tidak membuat kita berubah, jadi kacau balau. Justru, pandemi mengajari kita, bahwa tidak semua hal harus kita benturkan, malah bisa kita rangkul dan perkaya untuk melengkapi keislaman kita."
Baca juga: Karena Keistimewaannya, Perempuan Dianjurkan Belajar Ilmu Fiqih
Demikian pernyataan Nadirsyah dalam Pengajian Muslim Indonesia di Canberra Australia, Minggu (02/05/2021). Nadirsyah juga mengajak kalangan pesantren untuk mengharmoniskan fikih tradisional dengan standar medis dan klinis.
"Di tengah pandemi, saya beberapa kali menyampaikan ke beberapa pihak pesantren, bahwa ukuran dua kulah itu suci, itu secara fikih benar. Tapi apakah secara klinis itu higienis? Apakah itu suci secara klinis? Kan ini harus dikaji," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Ali bin Abu Thalib, Ahli Fiqih Kebanggaan Rasulullah yang Tak Tertandingi
"Bisakah kita menggabungkan, sebagai respons atas pandemi, bahwa syarat secara fikih terpenuhi, tapi secara alam dan lingkungan higienis itu harus terpenuhi. Maka orientasi pengajaran fikihnya itu diperkaya agar menyentuh bidang-bidang lain. Nah, contoh lainnya, kalau ada pas corona tahun lalu itu, yang kena Covid itu adalah mereka yang tidak menjaga wudlunya, misalnya. Nah, ini kan kita repot, dibenturkan antara wudlu dengan protokol kesehatan," kata Nadirsyah, yang alumnus National University of Singapore dan University of Wollongong Australia.
"Padahal, wudlu itu untuk mensucikan dari hadats, bukan dari bakteri. Jadi bahwa ada orang yang jaga wudlunya terus itu baik, secara fikih dan tasawuf itu baik. Nah, kan tidak cukup hanya itu, harus cuci tangan pakai sabun, setelah wudlu pakai hand sanitizer dan yang lain," katanya.
Nadirsyah mengajak kita semua untuk berubah di tengah pandemi, menjadi pribadi yang lebih baik. "Kalau pandemi ini tidak membuat kita berubah, jadi kacau balau. Justru, pandemi mengajari kita, bahwa tidak semua hal harus kita benturkan, malah bisa kita rangkul dan perkaya untuk melengkapi keislaman kita."
Baca juga: Karena Keistimewaannya, Perempuan Dianjurkan Belajar Ilmu Fiqih
Lihat Juga :