Perjuangan Sunan Giri dalam Berdakwah, Merangkul Bukan Memukul

Rabu, 05 Mei 2021 - 04:01 WIB


Salah satu yang cukup dikenal adalah cublak-cublak suweng. Kata Zainul, permainan ini diyakini memiliki makna dan pesan filosofis yang cukup mendalam. Yaitu mengajarkan agar manusia tidak menuruti hawa nafsu dan keserakahan dalam mencari harta atau kebahagiaan. Namun, gunakan hati nurani dan tetap rendah hati agar harta atau kebahagiaan yang diperolehnya mengandung berkah untuk diri sendiri dan orang lain.

"Sunan Giri menggunakan model akulturasi dengan memanfaatkan kekuasaanya yang juga merangkul masyarakat biasa dengan kesenian," katanya.

Baginya, kisah Sunan Giri ini juga menyiratkan betapa pentingnya untuk membuka lagi buku-buku sejarah yang bercerita tentang budaya yang sudah ada dan berkembang. Sehingga kelestarian budaya Nusantara tetap terjaga.

Zainul berharap jangan sampai anak bangsa saat ini menghancurkan kebudayaan adiluhung itu. Karena sejarah Nusantara adalah sejarah dari para Walisongo, seperti yang dilakukan oleh Sunan Giri. "Tradisi yang sudah ada sebaiknya dijaga. Tradisi atau budaya bukanlah syirik melainkan terdapat nilai-nilai yang positif termasuk dengan nilai untuk menjaga alam," kata Zainul.

"Bung Karno pernah mengatakan untuk Ber-Tuhan dengan kebudayaan. Yang artinya kita harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan juga toleransi," kata Zainul.

Program Ngabuburit BKNP PDIP dengan tema besar 'Mata Air Kearifan Walisongo' hadir setiap hari pada bulan Ramadhan pukul 17.00 WIB. Sementara sebelum sahur, ditampilkan program sejenis juga. Semuanya dapat diikuti melalui kanal Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Pusat.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!