Sejarah Lailatul Qadar Ternyata Berawal dari Kisah Nabi Syam'un
Rabu, 20 April 2022 - 22:00 WIB
Sejarah dan asal usul diturunkannya Lailatul Qadar untuk umat Nabi Muhammad ternyata bermula dari kisah Nabi Syamun (Samson). Foto/Ist
Sejarah diturunkannya Lailatul Qadar penting diketahui umat muslim mengingat hal ini sangat jarang dibahas. Dalam satu Hadis dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan."
Keutamaan Lailatul Qadar yang lebih afdhal (lebih baik) daripada melakukan ibadah selama 1000 bulan ditegaskan dalam Al-Qur'an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al-Qadar ayat 1-5)
Turunnya malam kemuliaan itu ternyata memiliki kisah menarik. Bermula dari Nabi Syam'un, seorang Nabi dari kalangan Bani Israel yang dikenal memiliki fisik yang kuat melawan kemungkaran.
Nabi Syam'un Ghozi 'alaihissalam dijuluki Samson. Beliau memiliki beberapa julukan lain. Dalam bahasa Arab, beliau disebut Syamsyawn atau Syam'un. Dalam bahasa Ibrani, disebut Simson. Dalam bahasa Tiberias disebut Shimshon. Dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
Nama Syamun sendiri artinya "yang berasal dari matahari, sedangkan Al-Ghozi, artinya "yang berasal dari Ghazi (Ghaza, Palestina). Beliau merupakan hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.
Nabi Syam'un Ghozi memiliki mukjizat dapat melunakkan besi dan dapat merobohkan istana. Cerita tentang Syam'un ini merupakan cerita Israiliyat yang diceritakan turun temurun di jazirah Arab, jauh sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lahir.
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat di bulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Syam'un Ghozi yang membuat beliau tersenyun.
Keutamaan Lailatul Qadar yang lebih afdhal (lebih baik) daripada melakukan ibadah selama 1000 bulan ditegaskan dalam Al-Qur'an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al-Qadar ayat 1-5)
Turunnya malam kemuliaan itu ternyata memiliki kisah menarik. Bermula dari Nabi Syam'un, seorang Nabi dari kalangan Bani Israel yang dikenal memiliki fisik yang kuat melawan kemungkaran.
Nabi Syam'un Ghozi 'alaihissalam dijuluki Samson. Beliau memiliki beberapa julukan lain. Dalam bahasa Arab, beliau disebut Syamsyawn atau Syam'un. Dalam bahasa Ibrani, disebut Simson. Dalam bahasa Tiberias disebut Shimshon. Dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
Nama Syamun sendiri artinya "yang berasal dari matahari, sedangkan Al-Ghozi, artinya "yang berasal dari Ghazi (Ghaza, Palestina). Beliau merupakan hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.
Nabi Syam'un Ghozi memiliki mukjizat dapat melunakkan besi dan dapat merobohkan istana. Cerita tentang Syam'un ini merupakan cerita Israiliyat yang diceritakan turun temurun di jazirah Arab, jauh sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lahir.
Dalam Kitab Muqasyafatul Qulub karangan Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat di bulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Syam'un Ghozi yang membuat beliau tersenyun.
Lihat Juga :