Ibnu Katsir: Nuh Adalah Rasul Pertama Bagi Penduduk Bumi

Selasa, 11 Mei 2021 - 04:44 WIB
Pada ayat lain juga difirmankan, “Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya.” (Al Hadid:26). Maksuddari ayat tersebut: semua Nabi yang diutus setelah Nuh adalah dari keturunannya, begitu juga dengan Ibrahim.

Baca juga: Doa Nabi Nuh, Keturunan Sam Menjadi Nabi dan Raja

Tugas utama para Nabi itu adalah, seperti difirmankan Allah, “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut.” (An Nahl:36). Juga firman-Nya, “Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada Rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?” (Az Zukhruf:45).

Allah juga berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (Al Anbiyaa':25).

Oleh karena itu Nabi Nuh berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (Kiamat) (Al A'raf:59).

Ia juga berkata, “Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.” (Hud:26).

Ia juga berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada Nya)?” (Al Mukminun:23).

Baca juga: Hitam dan Jadi Budak, Doa Nabi Nuh untuk Keturunan Ham

Ia juga berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Dia mengampuni sebagian dosa dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui.”

Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!