Wapres Ajak Orang Kaya Bantu Negara Hilangkan Bahaya Kemiskinan

Kamis, 13 Mei 2021 - 23:14 WIB
Wapres RI Maruf Amin meminta kepada orang yang berlebih secara harta bantu negara mengilangkan angka nasional. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Maruf Amin mengingatkan pentingnya membayar zakat, infaq dan sodaqoh. Menurutnya, zakat bukan sekedar menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, tapi juga membawa kegembiraan kepada golongan yang membutuhkan, apalagi di masa pandemi Covid-19.

Maruf menjelaskan, sebagai seorang muslim memiliki kewajiban melaksanakan ibadah-ibadah yang berkaitan dengan Allah, yakni salat, puasa, zakat dan haji bagi yang yang mampu.

Selain zakat, sambung dia, infaq dan sodaqoh juga menjadi wajib hukumnnya bagi seorang muslim yang memiliki harta berlebih, apalagi di saat banyak orang miskin yang tidak bisa makan. Sebab di dalam harta yang dimiliki juga mengandung hak orang yang membutuhkan.

Baca juga: Inilah Golongan yang Tidak Boleh Diberi Zakat Fitrah



"Padahal dalam Islam itu, selain zakat juga ada yang lain, yaitu sodaqoh, infaq, jadi di dalam harta kamu itu katanya ada hak, lissa ili wal bahrum siwal zakat, selain zakat itu ada. Jadi tidak cukup bagi orang yang punya harta kelebihan, selain zakat, itu masih ada kewajiban lain yaitu infaq, sodaqoh, infaq itu sesuatu yang dianjurkan memberikan kepada orang lain, tapi bukan wajib. Tetapi bisa menjadi wajib bahkan ketika kemiskinan, banyak orang tidak makan," kata Maruf dalam 'Tausiyah Ketua Dewan Pertimbangan MUI-Prof Dr KH Maruf Amin: Zakat, Infaq dan Sodaqoh' yang disiarkan di kanal Youtube Official_TVMUI, Kamis (13/5/2021).

Maka dari itu, Maruf menuturkan, para ulama mengatakan bahwa menghilangkan bahaya kemiskinan itu adalah fardhu kifayah, artinya harus ada orang yang mengambil peran, di samping negara untuk menghilangkan bahaya kemiskinan itu. Dalam kitab Fathul Muin juga disebutkan, yang disebut fardhu kifayah itu antara lain, menghilangkan bahaya yang menimpa orang yang baik, baik itu orang Islam, bahkan juga orang nonmuslim.

"Bahaya yang sangat berat, artinya sampai tidak makan, atau dia sampai tidak berpakaian atau tidak punya pakaian, itu bahaya yang harus dihilangkan, fardhu kifayah," katanya.

Baca juga: Membayar Zakat Fitrah Secara Online, Sahkah?

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!