Menjauhkan Diri dari Sifat Naminah

Rabu, 26 Mei 2021 - 08:58 WIB
Dikutip dari berbagai sumber, para ulama telah ijma’ akan haramnya Namimah, banyak sekali nash-nash baik dari Al-Qur’an maupun hadis yang menunjukkan akan keharamannya.

Baca juga: 97 Ribu PNS Fiktif, DPR Menduga Terjadi Kolusi

Dari Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaq Alaih)

Perkataan “Tidak akan masuk surga…” sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas bukan berarti bahwa pelaku namimah itu kekal di neraka. Maksudnya adalah ia tidak bisa langsung masuk surga. Inilah madzhab Ahlu Sunnah wal Jama’ah untuk tidak mengkafirkan seorang muslim karena dosa besar yang dilakukannya selama ia tidak menghalalkannya.

Baca juga: Kenaikan Tarif PPN Bisa Beratkan Produsen dan Konsumen

Dalam hadis lain Ibnu Abbas meriwayatkan, “(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan lalu berkata, lalu bersabda, “Sesungguhnya penghuni kedua kubur ini sedang diazab, dan keduanya bukanlah diazab karena perkara yang berat untuk ditinggalkan. Yang pertama, tidak membersihkan diri dari air kencingnya. Sedang yang kedua, berjalan kesana kemari menyebarkan namimah.” (HR. Al-Bukhari)

Namimah adalah suatu perbuatan yang sangat tercela, ia dapat menimbulkan permusuhan antara seorang teman dengan temannya yang lain bahkan saudara dengan saudaranya yang lain, dan itu semua disebabkan oleh lidah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjamin surga bagi orang yang bisa menjaga mulut dan kemaluannya, Nabi bersabda :

Baca juga: Rusia dan Arab Saudi Makin Mesra, Gabung Kekuatan di Luar Angkasa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!