Nama Bayi Covid, Ustaz Yusuf Mansur: Bagus Bener..!

Senin, 20 April 2020 - 09:26 WIB
Abdul Covid jadi literasi Bahasa Indonesia. Sah-sah aja. Hamba Sang Khoofidh. Foto/Ilustrasi: Ist/mhy
USTAZ Jam’an Nurkhatib Mansur atau Yusuf Mansur memasang beberapa foto kartu tasyakuran aqiqah bayi yang lahir selama wabah covid-19 pada akun status Instagram miliknya, @yusufmansurnew. Ada nama bayi Karantina Covidah Corona yang lahir 26 Maret 2020. Lalu ada juga yang bernama Virus Abdul Covid. Bayi ini lahir 28 Maret 2020. Selanjutnya Siva Corona yang lahir 17 Maret 2020.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang, Banten, dan Pimpinan pengajian Wisata Hati ini mengaku gambar tersebut diambil dari IG sahabatnya.

"MaasyaaAllah. Mangga langsung ke akun beliau. Ada pilihan nama yang unik-unik dan ya bagus. Ada sejarah, hehehe. Dikenang. Mangga buat yang udah mau lahiran di masa-masa Covid/Corona ini," tulisnya.

Ustaz Yusuf kemudian mencoba menerjemahkan nama tersebut. "Soal hikmah nama, mari kita liat. Izinkan saya belajar bareng," tuturnya.

Covid adalahKhoofidh, menurut Ustaz Yusuf Mansur, adalah satu dari Al Asmaa-ul Husnaa. Bahwa Khoofidh itu adalah Yang Berhak Memuliakan dan Merendahkan. "Lalu kita minta anak kita adalah bagian yang dimuliakan," sambungnya.

Khoofidh, jelasnya, spelling Indonesianya adalah Covid. Bila diasosiasikan dari Khoofidh, maka bermakna "Yang Berhak Meninggikan dan Merendahkan". Lalu kita minta anak kita jadi yang ditinggikan.

Yang Maha Meluaskan Maha Menyempitkan. Lalu kita minta anak kita jadi yang diluaskan. Yang Berhak Mengayakan dan Memiskinkan. "Tanpa sebab loh. Tanpa aturan. Sekehendak-Nya. Lalu anak kita, kita minta jadi yang dikayakan. Kan gimana pikiran, perasaan, doa dan baik sangka kita," ujarnya.

"Maka ini mah bagus bennnneeerrrr..." ujarnya lagi.

Menurut Ustaz Yusuf, Corona juga jika dimaknai Qarn. Qorona. Atau Quruun... قرن. Atau قرون. Yakni masa... Waktu... Dan masa atau waktunya adalah diidentifikasikan sebagai masa atau waktu terbaik, milik Sang Khofidh.

"Ini mah juga jadi cakep bennnneeerrrr..."

So... Covid dan Corona , menurut Ustaz Yusuf, rupanya juga bagaimana kita menerjemahkan dan mengasosiasikan. "Jadikan masa-masa pandemi ini juga sebaik-baik zaman, sebaik-baik masa, sebaik-baik keadaan. Dengan selalu berpikir baik, luas, hebat, positif. Termasuk dalam menulis, berbicara, dan merasa," tuturnya.

Abdul Covid jadi literasi Bahasa Indonesia. Sah-sah aja. Hamba Sang Khoofidh. Tulisannya biasanya: Khaafid. Khafid. Caviz. "Di Indonesianya biasanya itu. Nah ini literasi baru. Hahaha. Covid," demikian Ustaz Yusuf Mansur.
(mhy)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya, dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa Bihamdihi Subhaanallaahil Azhim (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

(HR. Muslim No. 4860)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More